Dihajar PPKM Sebulan, Pengunjung Mal di Jatim Merosot 50 Persen

Faiq Azmi - detikNews
Minggu, 14 Feb 2021 18:43 WIB
suasana mal di surabaya yang sepi selama ppkm mikro
Suasana mal di Surabaya yang sepi selama PPKM mikro (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya - Pemberlakuan PPKM di Jatim sejak 11 Januari berdampak signifikan pada jumlah pengunjung mal/pusat belanja. Selama PPKM, pengunjung mal merosot menjadi 50 persen.

"Sebelum PPKM diterapkan, sampai Desember, recovery kunjungan mal atau pusat perbelanjaan sudah hampir 80 persen. Karena PPKM, jadi 50 persen, merosot lagi," ujar Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Jawa Timur, Sutandi Purnomosidi saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (14/2/2021).

Sutandi menjelaskan sebelum PPKM diterapkan, sebenarnya pengunjung mal sudah berangsur pulih. Namun, sebulan PPKM diterapkan, pengunjung mal merosot lagi. Beruntung, tidak banyak karyawan yang dirumahkan akibat PPKM.

"Selama PPKM, dirumahkannya tidak drastis. Lebih ke pengaturan shift kerja 50 persen dari kondisi normal," jelasnya.

Untuk omzet sendiri, lanjut Sutandi, mayoritas tenant/toko di mal/pusat belanja berada di angka 50 persen dari kondisi normal sebelum pandemi COVID-19. Selama pandemi juga, ada sekitar 8 persen tenant/toko yang berguguran di pusat belanja Jatim. Meski begitu, masih banyak yang tetap beroperasi.

Sutandi menargetkan pada momen Ramadan menjelang lebaran nanti, pengunjung di pusat belanja bisa kembali berangsur normal. Apalagi, kebijakan pemerintah saat ini, PPKM Mikro, bisa membuat pengusaha bernafas lega.

"Jadi sebetulnya peraturan di PPKM Mikro sama saja, sejak new normal atau sebelumnya tetap menerapkan prokes. Pembatasan traffic, di toko-toko juga dibatasi. PPKM Mikro lebih tepat, karena lebih fokus ke zona merah, daripada PPKM biasa. Gak ada klaster (COVID-19) di mal, sumber penularan gak ada," ungkapnya.

"Orang datang ke mal sekarang itu belanja terus pulang. Sekarang gak ada orang ke mal, hang out, sekedar jalan-jalan cuci mata, gak ada. Saya optimis dengan PPKM Mikro diterapkan, bisa beroperasi sampe jam 9 malam, dan menjelang masa Ramadan, season lebih ramai, bisa kembali normal. Nanti lebaran bisa lebih dari 80 persen. Kalau prokes kita jaga terus, recovery ekonomi bisa segera pulih. Prioritas ekonomi dan kesehatan sudah ketemu di PPKM Mikro," lanjutnya.

Sutandi menambahkan untuk operasional jam buka pusat belanja akan kembali normal bila PPKM sudah tidak diterapkan.

"Awal PPKM kan sempat jam 7 tutupnya, kita pengusaha minta dilonggarkan. Akhirnya jam 8 malam boleh tutup. Di PPKM Mikro ini toleransi tutup mal sampai jam 9 sudah baik, kami terima. Karena pengunjung mal yang datang malam, bisa cukup waktu berbelanja, makan hingga jam 9 malam. Kalau mal tutup jm 8 malam, pengunjung masih buru-buru. Sampe jam 9 ini lenggang. Tidak mengurangi prokes diterapkan. Setelah PPKM, kita tutup normal lagi, jam 10 malam," pungkasnya. (iwd/iwd)