MUI Jatim Larang Umat Islam Rayakan Valentine

Faiq Azmi - detikNews
Sabtu, 13 Feb 2021 20:11 WIB
Tanggal 14 Februari merupakan Hari Valentine. Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur melarang umat Islam merayakan Hari Kasih Sayang itu.
MUI Jatim/Foto: Faiq Azmi
Surabaya -

Tanggal 14 Februari merupakan Hari Valentine. Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur melarang umat Islam merayakan Hari Kasih Sayang itu.

"(Perayaan Valentine) ini lebih mengarah ke tradisi agama. Jadi kalau ranah agama, Lakum Dinukum Waliyadin (bagimu agamamu, bagiku agamaku). Biarkan mereka yang agama non-Muslim menjalankan agamanya, kita sendiri menjalankan agama kita," ujar Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, Kiai Ma'ruf Khozin kepada detikcom, Sabtu (13/2/2021).

Ma'ruf menjelaskan, kepengurusan MUI Jatim yang baru di bawah kepemimpinan KH Hasan Mutawakkil Alallah belum mengeluarkan fatwa terbaru. Karena, baru akan dilantik lusa, Senin (15/2).

Untuk saat ini, pihaknya masih menggunakan fatwa MUI Jatim yang dikeluarkan tahun 2017 lalu. Meski belum mengeluarkan fatwa terbaru, Ma'ruf memastikan, MUI Jatim melarang umat Islam merayakan Hari Valentine.

"Karena kita di MUI masih belum mengkaji lagi, belum ada fatwa diperbarui. Fatwa pakai 2017 terdahulu. Enggeh (iya) MUI Jatim melarang perayaan valentine bagi umat Islam," jelasnya.

Ma'ruf mengungkapkan, sesuai aqidah agama, MUI Jatim berpijak pada prinsip 'Lakum Dinukum Waliyadin'. Ia menilai, perayaan Valentine banyak yang menyimpang dan tidak sesuai prinsip agama Islam.

"Terlebih lagi misalnya dalam perayaan Valentine itu ada beberapa hal yang dalam prinsip Islam dilarang. Seperti berduaan, kemudian orang belum menikah, kemudian sampai terjadi hal yang dilarang. Ini yang menjadi penyebab utama larangan itu," terangnya.

"Andai suami istri, lalu dia mengungkapkan kasih sayang, gak harus nunggu 14 Februari. Tiap hari boleh, tiap ada gaji, tiap ultah. Tidak harus bertepatan momentum yang memiliki kekhususan dengan agama lain. Sekali lagi kita merujuk pada pembahasan ulama yang dulu," lanjutnya.

Ma'ruf menambahkan, bila hanya sekadar memberi hadiah dan bertepatan pada 14 Februari tanpa berniat merayakan Hari Valentine, hukumnya bisa makruh hingga haram.

"Kalau cuma sekadar memberi hadiah yang kebetulan 14 Februari, tanpa tujuan mengikuti agama lain, ini tetap ada yang menghukumi makruh, ada yang haram," ungkapnya.

"Tapi sekali lagi kita gak perlu menunjukkan ekspresi kecintaan terhadap pasangan hidup kita di hari-hari tertentu. Sama dengan hari ibu, mencintai ibu setiap hari, sama dengan pasangan hidup. Kalau cuma untuk sekadar memberi boleh saja, apalagi diniati perkenalan yang mengarah kepada pernikahan. Selama niatnya benar, tata pelaksanaannya tidak melanggar agama, maka boleh-boleh saja. Asal tidak merayakannya (Valentine)," pungkasnya.

(sun/bdh)