PPKM Mikro, RT di Malang Masuk Zona Penyebaran COVID-19 Dipasang Bendera

Muhammad Aminudin - detikNews
Jumat, 12 Feb 2021 21:46 WIB
Perayaan Imlek di Klenteng Eng Ang Kiong Tanpa Barongsai
Foto: Muhammad Aminudin
Malang -

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro memasuki hari keempat. Rukun Tetangga (RT) di Kota Malang yang masuk kategori wilayah rawan COVID-19 dipasang bendera depan gang. Warna bendera sesuai dengan resiko penyebaran virus COVID-19. Yakni, hijau, kuning, orange, dan merah.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, dalam pelaksanaan PPKM mikro yang telah memasuki hari keempat ini, ada beberapa hal yang berbeda. Seperti misalnya, ada posko-posko PPKM mikro mulai dari kecamatan, kelurahan, lalu juga di RT.

"Kebetulan ada 113 RT yang masuk zona kuning. Nanti ada benderanya untuk dipasang. Selain struktur posko-posko, juga ada bendera-bendera yang dipasang di RT tersebut," beber Loenardus kepada wartawan usai memantau pelaksanaan protokol kesehatan di Klenteng Eng An Kiong Jalan Martadinata, Kota Malang, Jumat (12/2/2021).

Menurut Leonardus, bendera dipasang tepat di depan gang RT. Warna bendera sendiri, lanjut Leonardus, menyesuaikan dari tingkat risiko sebaran virus. Jika masuk zona hijau, maka dipasang bendera warna hijau, begitu seterusnya. Langkah ini, untuk mendorong kepedulian masyarakat untuk menekan angka sebaran COVID-19.

"Bendera dipasang depan gang RT, warnanya sesuai dengan zona di wilayah RT tersebut. Supaya warga masyarakat peduli," tuturnya.

Leonardus menambahkan, jika mengaku pada Instruksi Mendagri terkait pelaksanaan PPKM mikro, bila ditemukan 10 rumah ditemukan terpapar virus COVID-19, maka dinyatakan masuk zona merah. Namun, di Kota Malang penentuannya berbeda, yakni dengan menghitung jumlah warga yang terpapar. "Jika ada 10 warga yang terpapar, maka masuk zona merah. Termasuk yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit, akan dimasukkan hitungan warga RT setempat yang terpapar," imbuh mantan Wakapolrestabes Surabaya ini.

Personel Bhabinkamtibmas bersama Babinsa juga diterjunkan untuk membantu penanganan COVID-19 selama pelaksanaan PPKM berskala mikro. Seperti membantu proses tracing dan pelaksanaan vaksinasi nantinya. "Bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas akan membantu langkah tracing dan pelaksanaan vaksinasi. Kami telah diminta oleh Polda dan juga Pemkot, untuk pemberian vaksin terhadap anggota, terutama yang bertugas di operasional. Rencananya, ada sekitar 200 personel, personel Kodim juga sama," tegas Leonardus.

Pemasangan bendera, sesuai dengan kategori risiko sebaran COVID-19 juga dilakukan di tingkat RT serta RW wilayah Kabupaten Malang. RT masuk zona merah, akan dipasang bendera berwarna merah sebagai penanda. Dari pendataan, ada 17 ribu, jumlah RT dan RW di wilayah Kabupaten Malang.

(fat/fat)