Masjid Apung di Pacitan Hanyut Terbawa Arus Sungai Hingga ke Laut

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 11:12 WIB
masjid apung Pacitan hanyut terbawa ke sungai
Masjid apung yang hanyut hingga ke laut (Foto: Purwo Sumodiharjo)
Pacitan -

Sebuah masjid apung yang terletak di muara Sungai Grindulu hanyut. Tempat ibadah terapung itu terbawa kuatnya arus sungai yang meluap usai hujan deras. Bangunan yang berdiri di atas rakit tersebut kini bergeser sekitar 1 kilometer dari posisi semula.

"Kejadian diketahui jam 05.00 WIB pagi ini," terang penjaga masjid Ryan Yudianto (39) kepada wartawan di Pantai Pancer, Rabu (10/2/2021) pagi.

Dikatakan Ryan, sebelum arus sungai menyeret masjid tersebut hingga ke lautan, hujan memang turun dengan intensitas cukup tinggi. Akibatnya debit air Sungai Grindulu naik. Besarnya volume air disertai dengan kuatnya arus yang melintasi bagian bawah masjid.

Tak hanya arus yang sangat kuat, material yang terbawa banjir juga menyebabkan beban tali penahan rakit melebihi ambang batas. Akibatnya tali menegang lalu putus. Pergeseran posisi masjid sendiri, lanjut Ryan, sudah tampak sedikit demi sedikit dalam tempo beberapa hari terakhir.

"Akhirnya tadi sekitar jam 02.30 WIB ada yang mengetahui bahwa masjid sudah berada di tengah laut seperti yang terlihat saat ini," papar Ryan.

Informasi dihimpun detikcom, sebagai tempat kegiatan peribadatan masjid apung tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas. Seperti karpet, sajadah, dan kitab Al Quran. Di masjid tersebut juga terpasang pengeras suara yang biasa digunakan saat azan salat lima waktu maupun salat Jumat.

Pantauan detikcom, bersamaan empasan gelombang di Teluk Pacitan posisi Masjid Apung tampak makin jauh dari pantai. Namun menurut Ryan, bangunan masjid masih memungkinkan ditarik kembali ke muara. Hanya saja hal tersebut masih akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Kiai Fuad dari Ponpes Tremas.

Masjid Apung mulai dibangun bulan Maret 2020. Setelah resmi difungsikan bangunan tersebut rutin digunakan untuk kegiatan salat Jumat berjemaah. Agenda lain yang kerap digelar adalah manakiban, mujahadah, serta khataman nabi.

(iwd/iwd)