Ini Bahaya Abu Vulkanik Bagi Dunia Penerbangan

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 09 Feb 2021 15:13 WIB
Bandara Banyuwangi menutup sementara penerbangan karena terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Raung. Seluruh penerbangan dibatalkan.
Pesawat di Bandara Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Bandara Banyuwangi menutup sementara penerbangan karena terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Raung. Seluruh penerbangan dibatalkan.

Direktur Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi, Genny Luhung Prasojo mengatakan, bahaya abu vulkanik bagi pesawat terbang sangat besar. Baik untuk pesawat kecil maupun pesawat berbadan besar.

"Sangat bahaya bagi pesawat. Baik kecil maupun besar. Misal pesawat kecil cukup berdampak. Nempel di kaca saja sudah bisa menutup pandangan pilot," ujarnya kepada detikcom, Selasa (9/2/2021).

"Makanya ketika ada abu vulkanik, pesawat akan menghindar jauh. Karena abu vulkanik ini berbahaya bagi penerbangan. Khususnya mesin dan instrumen pesawat lainnya," imbuhnya.

Paling parah, kata Genny, jika abu masuk ke dalam Pitot Tube. Pitot Tube adalah pipa kecil yang berfungsi untuk mengukur kecepatan pesawat. Jika abu yang masuk menyumbat, maka tidak akan bisa mengetahui dan mengukur kecepatan pesawat.

"Ini sangat signifikan untuk landing dan take off. Kalau sampai tersumbat akan sulit bagi pilot mengendalikan pesawat. bisa stall pesawat," tambahnya.

Belum lagi ketika abu vulkanik masuk ke mesin pesawat. Maka partikel seperti silika, kalium, natrium, besi, serta nikel bakal merusak mesin.

"Kalau masuk ke penghisapan, abu masuk ke piston pembakaran, pasti akan berbahaya. Akan terjadi gagal mesin, akan berbahaya dan merusak," tambahnya.

Saat ini, Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi tidak melakukan pembelajaran praktik di tengah pandemi COVID-19. Sehingga, seluruh pesawat latih dihanggarkan. Selain itu, pihaknya juga mengamankan instrumen pesawat, seperti Pitot Tube juga ditutup.

"Kegiatan latihan penerbangan selama pandemi kita hentikan sementara karena pandemi. Kami melakukan pembelajaran jarak jauh menggunakan aplikasi sesuai dengan instruksi dari Kemenhub. Mahasiswa dirumahkan semua. Meski di rumah mereka tetap dipantau instruktur dan dosen API," katanya.

"Rencana praktik baru tanggal 15 Februari. Itu pun kalau disetujui Kementerian Perhubungan," pungkasnya.

Tonton Video: Seputar Abu Vulkanik, Material Tajam, dan Bahayanya di Musim Hujan

[Gambas:Video 20detik]



(sun/bdh)