Abu Vulkanik Gunung Raung Menerpa, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 16:18 WIB
Pemkab Banyuwangi mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah. Sebab, abu vulkanik erupsi Gunung Raung tengah menerpa.
Warga banyuwangi diterpa abu vulkanik Gunung Raung/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah. Sebab, abu vulkanik erupsi Gunung Raung tengah menerpa.

Bila terpaksa keluar rumah, warga diimbau untuk mengenakan masker dan penutup wajah. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, abu vulkanik membawa berbagai material yang berbahaya bagi kesehatan.

Menurutnya, abu vulkanik mengandung sejumlah partikel seperti silika, kalium, natrium, besi serta nikel. Secara kasatmata, abu vulkanik itu seperti abu semen. Berupa batuan kecil dan halus, yang terlempar ke atas saat Gunung Raung erupsi.

"Material ini jika terpapar ke tubuh manusia bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sakit tenggorokan, iritasi mata, hingga luka pada kornea," kata pria yang biasa disapa dr Rio kepada detikcom, Senin (8/2/2021).

Ia menjelaskan, abu vulkanik terbentuk dari material berupa potongan kecil batuan bergigi, mineral, dan kaca vulkanik. Ketika gas-gas dalam ruang magma mulai menyebar, gas-gas tersebut akan mendorong magma yang terdiri dari silika dan gas keluar dari perut gunung berapi. Saat terjadi ledakan, magma yang keluar di udara akan mendingin dan membeku, menjadi batuan vulkanik dan pecahan kaca.

"Inilah yang berbahaya. Kalau masuk ke mata kita dan mengenai kornea, bisa menimbulkan luka goresan di kornea kita. Ini bisa menyebabkan penglihatan kabur," ujar Rio.

"Oleh karenanya, bila terlanjur abu vulkanik masuk ke mata, jangan langsung dikucek. Tapi, langsung bersihkan dengan air yang mengalir. Kalau memungkinkan dengan boor water," imbuhnya.

Bahaya lainnya adalah gangguan pernapasan, ISPA. Menghirup abu vulkanik dapat merusak kesehatan manusia, karena aerosol berbahaya dan gas beracun yang membentuk abu dapat mengiritasi paru-paru. Gejala pernapasan (jangka pendek) yang dirasakan adalah hidung beringus, sakit tenggorokan atau batuk, sesak napas, hingga asma bisa kambuh.

"ISPA ini yang biasanya banyak ditemui saat terjadi erupsi gunung. Bila mengalami sesak napas, segera ke layanan kesehatan terdekat. Agar segera mendapat pertolongan awal," jelas Rio.

Seperti diketahui, sejak Kamis, 21 Januari 2021, Gunung Raung erupsi. Status gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Bondowoso ini naik satu level dari normal (level I) menjadi waspada (level II).