27 Kampung Tangguh di Bojonegoro Di-launching untuk Perangi COVID-19

Ainur Rofiq - detikNews
Sabtu, 06 Feb 2021 20:39 WIB
kampung tangguh bojonegoro
Bupati Anna melaunching kampung tangguh di Bojonegoro (Foto: Ainur Rofiq)
Bojonegoro - Sebanyak 27 Kampung Tangguh yang tersebar di beberapa kecamatan di Bojonegoro didirikan. Kampung tangguh ini untuk membantu pencegahan penyebaran COVID-19 yang tinggi angka penularannya.

Bersama forpimda Bojonegoro, Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah melaunching Kampung Tangguh Semeru (KTS) di Desa Mulyoagung, Kecamatan Kota Bojonegoro, dan diikuti secara serentak di 27 kecamatan lainnya dengan virtual zoom.

Disampaikan Bupati Anna bahwa Pemkab Bojonegoro sudah berupaya dalam pencegahan penyebaran COVID-19 yang sudah hampir 1 tahun berjalan.

Bahkan bukti negara juga turut hadir dengan melaksanakan vaksinasi secara bertahap yang saat ini diprioritaskan lebih dahulu untuk para nakes. Bupati Anna juga berharap dengan adanya kampung tangguh ini bisa memutus mata rantai virus corona di Bojonegoro.

"Adanya Kampung Tangguh Semeru juga merupakan bentuk upaya bersama untuk menekan penyebaran COVID-19 di lini bawah yakni mulai di desa dan tentunya ke bawah lagi hingga tingkat RT atau RW hingga pada level keluarga," jelas Bupati Anna, Sabtu ( 6/2/2021).

"Kapan pandemi COVID-19 akan berakhir, hingga saat ini semua belum ada yang tahu, sehingga mematuhi protokol kesehatan adalah harus dan terus digalakkan," kata Anna.

Anna juga mengajak masyarakat untuk tetap bersyukur. Karena dalam kondisi pandemi, ketahanan pangan pemerintah masih cukup dibandingkan negara lain.

"Bojonegoro nomor dua se-Jatim dalam segi ketahanan pangan. Bahwa jika ketahanan pangan tercukupi itu sebagai pokok menjadikan ketahanan nasional yang lebih bagus," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia menegaskan Kampung tangguh adalah sebagai leading sektornya Pemkab Bojonegoro sedangkan pihak Polri dan TNI sebagai relawan kampung tangguh.

Dijelaskan pula oleh Pandia, fungsi dari kampung tangguh adalah untuk membentuk ketahanan kesehatan, ketahanan pangan, pendidikan dan sumber informasi serta ketahanan keamanan nasional.

"Tentunya saat ini perlu kepedulian dari semua pihak untuk selalu memberikan sosialisasi kepada masyarkaat untuk penanggulangan COVID-19 untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan melakukan 5 M," tegas Pandia.

Hingga saat ini, Update sebaran COVID-19 di Bojonegoro per tanggal 5 Pebruari 2021, kasus konfirmasi positif hari ini 86 orang.
Konfirmasi positif kumulatif sebanyak 935 orang, meliputi aktif (dirawat) 86 orang, sembuh 824 orang dan meninggal dunia 25 orang. Sedangkan untuk kasus suspect sebanyak 313 orang. Data ini terhitung mulai tanggal 1 Januari 2021. (iwd/iwd)