Cerita Pria Tanpa Kaki Berhasil Bangkit Hingga Jadi Pelopor Keselamatan Lalin

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 06 Feb 2021 19:57 WIB
polres mojokerto
Penyandang difabel yang hendak mengikuti ujian SIM D (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Semangat hidup Sarirejo (41) patut diacungi jempol. Meski dua kakinya telah diamputasi karena kecelakaan, dia mampu menafkahi keluarganya. Bahkan, kini ia menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Ingatan Sarirejo menerawang jauh ke akhir 2006 saat berbincang dengan detikcom. Dia mengingat kembali kecelakaan yang membuatnya sempat terpuruk 14 tahun silam. Betapa tidak, kecelakaan tersebut merenggut kedua kakinya.

"Saat itu saya berangkat kerja, mau mendahului truk gandeng dari kanan, saya terserempet truk dari arah berlawanan. Saya jatuh, kaki saya terlindas truk gandeng," kata bapak anak satu ini sambil duduk di kursi roda di kantor Satlantas Polres Mojokerto, Sabtu (6/2/2021).

Tidak hanya kedua kakinya harus diamputasi, kecelakaan tersebut membuat Sarirejo kehilangan istri dan pekerjaannya sebagai satpam. Karena sang istri enggan menerima kondisinya yang cacat permanen.

"Setelah kecelakaan, istri tidak bisa menerima kondisi saya. Saya nikah lagi dengan istri yang juga difabel," cetusnya.

Kehilangan dua kaki sempat membuat Sarirejo terpuruk. Beruntung keluarganya terus mendukungnya. Sehingga pria asal Desa Pekuwon, Kecamatan Bangsal, Mojokerto ini berhasil bangkit.

"Karena dukungan keluarga saya dan hidayah dari Allah SWT, muncul semangat di diri saya. Saya yakin ini sudah menjadi takdir saya sehingga saya harus semangat menjalani hidup," terangnya.

Untuk menafkahi istri dan satu anaknya, Sarirejo menjadi tukang servis kompor gas. Dia juga menjual peralatan kompor elpiji di rumahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2