Soal Festival Santet Perdunu, Budayawan Banyuwangi: Dukun Maknanya Negatif

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 06 Feb 2021 12:22 WIB
Ketua Dewan Kesenian Blambangan Banyuwangi Hasan Basri
Ketua Dewan Kesenian Blambangan Banyuwangi Hasan Basri (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Banyuwangi menilai pemilihan kata dukun dan festival santet yang ada di Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) dinilai kurang tepat. Karena kata lambat laun akan berubah makna.

"Pemicunya adalah pemilihan kata dukun di Persatuan Dukun Nusantara. Kata itu sudah berubah bioratif, bermakna kurang bagus dan tidak diterima oleh masyarakat," ujar Ketua DKB Banyuwangi Hasan Basri kepada detikcom, Sabtu (6/2/2021).

Dukun diartikan negatif setelah disandingkan dengan kalimat santet. Sebab sejak dahulu, dukun diidentikkan dengan julukan orang yang mengobati penyakit.

"Kata dukun itu kan maknanya sudah mulai berubah. Menjadi negatif karena ada nama lain yang lebih halus. Misal ahli spiritual, paranormal, dan masih banyak lagi," tambahnya.

Selain itu, pemilihan kalimat destinasi mistis pun juga belum bisa diterima masyarakat dengan baik. Karena, kata Hasan, ketika kalimat mistis tersebut muncul, hal itu belum bisa diterima oleh kalangan masyarakat banyak.

"Bisa lebih diperhalus menjadi wisata minat khusus, wisata religi. Kalau wisata mistis masih belum diterima di masyarakat. Sisi Marketing pemilihan kata bisa membuat takut orang datang ke Banyuwangi," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2