Tergerus Air Sungai, Satu Rumah Ambrol dan Sebuah Motor Hanyut di Situbondo

Ghazali Dasuqi - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 20:08 WIB
rumah hanyut
Rumah yang ambrol saat pinggir sungai ambrol (Foto: Ghazali Dasuqi)
Situbondo -

Hujan deras membuat debit air di sebagian aliran sungai di Situbondo naik. Bahkan, derasnya arus air sungai juga mulai menimbulkan kerusakan. Salah satunya, terjadinya longsor pada dinding sungai di Dusun Krajan Desa Sletreng Kecamatan Kapongan.

Celakanya, longsornya dinding sungai sepanjang 15 meter dan tinggi 5 meter, itu juga membuat satu rumah warga di dekatnya ikut rusak. Bagian dapur rumah milik Darsono (41), ambles ikut longsoran dinding sungai.

Akibatnya, bukan hanya bangunan rumahnya saja yang rusak. Banyak juga perabotan rumah di bagian dapur yang ikut longsor dan berjatuhan ke sungai. Bahkan, satu unit satu unit motor milik Darsono juga ikut 'nyemplung' ke sungai. Baru siang tadi sepeda motor itu berhasil dievakuasi warga setempat.

rumah hanyutMotor yang hanyut (Foto: Ghazali Dasuqi)

"Tanah yang longsor itu imbas dari debit air sungai Bercak Ampel yang besar, karena hujan deras di hulu. Sehingga tanah bagian dapur rumah ikut tergerus dan ambruk," kata Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono kepada detikcom, Jumat (5/2/2021).

Insiden tanah dan rumah longsor itu terjadi Jumat dini hari tadi. Saat kejadian, aliran sungai di Dusun Krajan Desa Sletreng Kecamatan Kapongan memang besar. Arus airnya pun juga bertambah kuat. Bisa jadi ini setelah di bagian hulu sungai turun hujan deras.

Saat itu, tiba-tiba dinding sungai yang ada di sekitar rumah Darsono ikut tergerus, hingga terjadi longsor. Tak heran, bagian dapur rumah yang dihuni 3 jiwa itu pun ikut ambles dan berjatuhan ke sungai. Termasuk sejumlah perabot dan sepeda motornya.

"Tadi siang sepeda motornya sudah ditemukan dan sudah diangkat oleh warga," tukas seorang warga setempat.

Saat kejadian, Darsono dan keluarganya sedang berada di bagian depan rumah. Mereka spontan berlarian keluar, begitu mendengar ada suara gemuruh di bagian belakang atau dapur rumahnya. Setelah dilihat, ternyata bagian dapur rumahnya ambrol akibat terjadinya longsor tanah di bawahnya.

"Jadi tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka dalam musibah bencana alam ini. Penghuni rumah langsung keluar setelah mendengar ada suara gemuruh di bagian belakang," tandas Puriyono.

(iwd/iwd)