Polisi Larang Pasar Muamalah Berdiri di Madiun

Sugeng Harianto - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 10:57 WIB
pasar muamalah madiun
Polisi mendatangi lokasi yang akan dibangun Pasar Muamalah di Madiun (Foto: Sugeng Harianto/File)
Madiun -

Polisi telah turun tangan menyelidiki kasus Pasar Muamalah yang akan dibangun di Madiun. Terkait pembangunan pasar tersebut polisi telah melarang pendirian pasar ini seiring pendirinya di Depok, Zaim Saidi, yang telah diamankan.

"Batal (dilarang)," tegas Kapolresta Madiun AKBP Dewa Putu Eka Darmawan saat dikonfirmasi detikcom Jumat (5/2/2021).

Sejauh ini, kata Eka, polisi masih melakukan proses penyelidikan atas rencana pembangunan Pasar Muamalah di Dukuh Bendan RT 20, Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan. Polisi masih memintai keterangan beberapa saksi terkait lokasi yang merupakan sawah warga yang di jual pemiliknya.

"Kita masih lidik (memintai keterangan saksi)," kata Eka.

Sebelumnya, Pasar Muamalah yang transaksi jual belinya menggunakan dinar-dirham akan dibangun di Madiun. Warga pun sempat ditawari uang koin dinar-dirham. Tapi kebanyakan warga menolak dan hanya ada 5 warga yang setuju.

Lokasi tanah yang akan dibangun Pasar Muamalah merupakan jalan buntu dan tidak ada jalan tembusan. Lokasi berjarak sekitar 500 meter dari kantor Desa Teguhan. Tampak cor di atas saluran air untuk jalan masuk yang bertulis tanggal pembuatan 20 September 2020.

Tanah tersebut ditanam rumput gajah dan kacang panjang serta tampak beberapa gorong-gorong tergeletak di lokasi. Tanah sawah itu, milik warga setempat bernama Slamet dan dibeli oleh seseorang dengan luas sekitar 1.400 meter persegi.

Untuk menuju lokasi harus melewati perkampungan padat penduduk dengan lebar jalan tiga meter. Tanah tersebut juga tampak terlihat dari Jalan Raya Jiwan Madiun arah Kecamatan Barat Magetan yang berjarak sekitar 200 meter.

(iwd/iwd)