Round-Up

Gerahnya Warga di Balik Rencana Pendirian Pasar Muamalah di Madiun

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 05 Feb 2021 10:23 WIB
pasar muamalah madiun
Lahan yang rencananya akan dibangun Pasar Muamalah (Foto: Sugeng Harianto)
Madiun -

Sebuah lahan di Dukuh Bendan, Desa Teguhan, Jiwan, Madiun, hendak dijadikan Pasar Muamalah. Warga pun gerah dan menolak karena alat transaksi yang digunakan adalah dinar/dirham, dan bukan rupiah.

"Isunya dulu mau dibangun pasar itu Muamalah yang menggunakan dinar atau dirham. Jadi pasarnya belum ada," ujar Kepala Dusun (Kasun) 02 Desa Teguhan, Romadhon, saat di konfirmasi detikcom di kantornya, Kamis (4/2/2021).

Romadhon mengatakan lokasi rencana pembangunan Pasar Muamalah itu masih berupa tanah sawah yang mengering dengan luas 1.400 meter persegi. Tanah itu milik warga setempat, Slamet, yang dibeli oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya.

"Itu tanah sawah yang belum tahu siapa pembelinya karena belum dilaporkan ke desa soal jual beli. Tapi pemilik sebelumnya pak Slamet," kata Romadhon.

Sementara itu staf perangkat Desa Teguhan, Maun, mengatakan sekitar awal tahun 2020 sempat ada sosialisasi terkait akan dibangun Pasar Muamalah. Sosialisasi dilakukan saat pertemuan arisan warga di RT 20. Tapi belum tahu kapan pasar akan dibangun.

pasar muamalah madiunDinar-dirham yang ditawarkan ke warga (Foto: Sugeng Harianto)

"Sempat sosialisasi saat arisan RT tapi belum detail, hanya akan dibuat pasar. Namun warga menolak karena transaksinya pakai dinar/dirham," kata Maun.

Meski mendapat penolakan warga, namun pihak yang akan mendirikan Pasar Muamalah tetap berupaya membujuk warga. Caranya, mereka menawarkan dinar/dirham di masjid dan musala.

Warga yang setuju dibangun Pasar Muamalah disuruh tanda tangan persetujuan dan diberi koin dinar/dirham. Mereka juga menjual dinar/dirham tersebut dengan harga Rp 42 ribu per koin.

"Satu koin dirham itu dijual Rp 42 ribu. Tapi tidak ada yang mau," ujar salah satu warga, Idris.