Kasus Kanker di Surabaya Tahun 2020 Sebanyak 2.619 Pasien

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 04 Feb 2021 17:40 WIB
Doctor comforting his depressed patient
Foto: Getty Images/iStockphoto/pondsaksit
Surabaya - Kasus kanker di Surabaya tinggi. Di Hari Kanker Sedunia, meski angkanya menurun dari 2019 ke 2020, namun jumlah penderita kanker masih di atas 2.000 kasus.

Berdasarkan data dari Dinkes Kota Surabaya, angka kasus kanker selama tiga tahun terakhir masih fluktuatif. Data tahun 2018 terdapat 2.379 kasus, 2019 naik menjadi 3.035. Kemudian tahun 2020 menurun dengan 2.619 kasus.

Data kasus meninggal karena kanker juga fluktuatif selama tiga tahun terakhir. Di tahun 2018 terjadi 15 kasus meninggal dunia, kemudian meningkat 130 kasus meninggal di tahun 2019, dan tahun 2020 menurun menjadi 109.

"Kasus meninggal masih di atas 100, tahun kemarin. Tapi kasus kankernya menurun. Karena banyak pasien kanker mulai memeriksakan diri sejak dini, sehingga belum terlambat tertangani," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara kepada wartawan, Kamis (4/2/2021).

Dari ribuan kasus kanker di Surabaya, didominasi kasus Kanker Payudara (Carcinoma Mammaee) dengan 1.073 kasus. Kemudian Kanker Seviks 279 kasus, Kanker Ovarium 92 kasus, Kanker Paru 85 kasus, Leukimia 79 kasus, Kanker Nasofaring 64 kasus, Kanker Kolon (usus besar) 63 kasus, Kanker Tyroid 50 kasus, Kanker Kelenjar Getah Bening 46 kasus, dan Kanker Rektum (sistem pencernaan) 34 kasus.

Kasus kanker di Kota Pahlawan ini sendiri tersebar di 31 Kecamatan Surabaya. Data tertinggi atau lebih dari 200 kasus berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Karangpilang 252 kasus, Kecamatan Wonokromo 214 kasus, dan Kecamatan Sawahan 210 kasus.

Febri mengatakan, penanganan pasien kanker di Kota Surabaya berjalan secara intensif sejak tahun 2017. Sebab pada tahun tersebht, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat itu mengeluarkan SK Wali Kota untuk membentuk Tim Paliatif Kota Surabaya. Setahun kemudian, SK tersebut diperbarui menjadi SK Wali Kota Surabaya No 188.45/17/436.1.2/2018.

"Tugas tim ini adalah melaksanakan bimtek perawatan paliatif, membantu pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan bagi penderita paliatif, melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait, dan melaporkan hasil pelaksanaan kepada Wali Kota Surabaya," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan selain pelayanan paliatif, perawatan juga dilakukan kepada pasien hingga ke rumah. Selain itu pemberian susu dan makanan tambahan juga diberikan bagi pasien paliatif. Dan bagi pasien paliatif yang rumahnya masih kumuh dan belum sehat dilakukan rehab.

"Kita juga punya Taman Paliatif di Surabaya, setiap Sabtu dan Minggu rutin kegiatan untuk pasien-pasien paliatif serta beberapa rumah sakit pemerintah dan swasta di Surabaya juga sudah melakukan layanan paliatif," pungkasnya. (fat/fat)