Dukun di Banyuwangi Bersatu Deklarasikan Perdunu

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 19:55 WIB
Sekumpulan Dukun Deklarasikan Perkumpulan
Perdunu di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi - Sejumlah orang yang mengaku sebagai dukun atau paranormal mendeklarasikan diri dalam sebuah perkumpulan atau wadah. Mereka menamakan perkumpulan itu dengan Perdunu (Persatuan Dukun Nusantara).

Deklarasi digelar di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Rabu (3/2/2021). Kegiatan digelar dengan pengenalan logo, pembentukan pengurus hingga pemotongan tumpeng sebagai ucapan syukur. Kegiatan deklarasi dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Ketua Umum Perdunu, Abdul Fatah Hasan mengatakan Perdunu lahir untuk memberi manfaat kepada masyarakat. Selama ini, banyak yang tahu untuk membicarakan masalah dukun. Sehingga, niat baik dari para dukun atau paranormal ini diharapkan bisa memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

"Memang selama ini kan tabu dibicarakan. Makanya kita publikasikan kepada masyarakat bahwa ada perkumpulan ahli spiritual di Banyuwangi," ujarnya kepada wartawan seusai deklarasi.

Menurutnya, saat ini sudah banyak yang bergabung dalam Perdunu. Mereka kebanyakan adalah ahli spiritual yang membidangi segala macam keahlian.

"Kita segmentasikan keahlian dukun yang ada. Misal pengobatan dari medis hingga non medis. Ada pula tentang psikologis, dari yang logis dan non logis. Bisa seperti penglaris hingga jabatan itu ada segmentasinya," tambahnya.

Terkait dengan logo, kata pria yang juga pengasuh Ponpes Alhuda Blimbingsari, Tegalsari ini, memiliki logo bintang sembilan, dupa dan keris. Hal ini memiliki makna tersendiri dalam perkumpulan itu.

"Ada makna di balik logo ini. Tentu tidak lepas dari kegiatan spiritual kita. Di mana juga biasanya ada keris, dupa dan bintang 9 adalah harapan kita berdoa agar berhasil," tandasnya.

Sekretaris Umum Pedunu, Ali Nur Fatoni mengatakan, adanya Perdunu ini agar masyarakat tidak tertipu dengan modus dukun abal-abal yang akan menjerumuskan masyarakat menuju aksi penipuan.

"Nah ini yang penting. Karena jangan sampai masyarakat tertipu dengan dukun abal-abal. Karena sudah banyak masyarakat yang ditipu dukun dengan modus berbagai cara," terangnya.

Pedunu hadir, kata Toni, untuk mengubah paradigma masyarakat tentang dukun yang negatif. Selama ini, kata dia, dukun menjadi orang yang dibutuhkan, namun eksistensinya tidak muncul. Bahkan cenderung disembunyikan. (fat/fat)