Penipuan Catut Nama Kiai di Banyuwangi, Korban Rugi Rp 100 Juta

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 16:15 WIB
penipuan ngaku perantara kiai
Pria warga Banyuwangi yang menipu dengan mengaku perantara kiai (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Ngaku bisa menyembuhkan sakit melalui perantara seorang kiai di Bondowoso, seorang warga Banyuwangi diamankan. Pelaku berhasil menipu korban ratusan juta rupiah dengan modus menyembuhkan penyakit suami korban.

Tersangka adalah Sulaiman alias H Fauzi (59) warga Desa/Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Sulaiman berhasil menipu UL (63), warga Desa Kebaman, Kecamatan Srono. Sulaiman berhasil menggondol uang Rp 100 juta lebih dengan modus biaya pengobatan suami korban yang sakit stroke.

"Kita berhasil mengamankan tersangka kasus penipuan. Modusnya menjadi perantara dukun yang bisa menyembuhkan penyakit," ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin kepada detikcom, Kamis (28/1/2021).

Dalam aksinya, kata Arman, pelaku mengaku memiliki kenalan seorang kiai, yang bisa menyembuhkan penyakit stroke. Namun untuk pengobatan membutuhkan dana yang cukup besar. Hingga akhirnya, korban percaya dan menyanggupi membayar uang pengobatan secara bertahap.

"Pelaku sebelumnya bertamu meminta sumbangan untuk pembangunan masjid. Tapi pada saat melihat suami korban sakit, dirinya menceritakan ada kiai yang bisa menyembuhkan penyakit dengan mahar tertentu. Korban kemudian tergiur dan memberikan uang DP," tambahnya.

Untuk pendaftaran awal proses pengobatan korban membayar Rp 6 juta. Selanjutnya ada pula biaya selamatan sebesar Rp 5 juta dan membeli minyak urut Rp 10 juta. Biaya proses penyembuhan terus diminta secara bertahap oleh pelaku dengan dalih jika tak dituruti, maka akan berakibat fatal terhadap suami korban. Total biaya proses penyembuhan berkisar Rp 104 juta.

"Kecurigaan korban pun muncul setelah tidak ada perubahan berarti atas kesehatan suaminya. Setelah dicek, ternyata kiai di Bondowoso itu tidak ada dan sudah meninggal beberapa tahun lalu," beber Arman.

Merasa jadi korban penipuan korban kemudian melaporkan penipuan itu ke Polsek Srono. Polisi kemudian langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya.

Dalam penyidikan, pelaku mengaku telah melakukan penipuan dengan menjadi perantara kiai yang bisa menyembuhkan penyakit, yang sebenarnya tidak ada.

Selain itu, polisi juga menyita barang bukti berupa sisa uang pengobatan yang diminta pelaku Rp 600 ribu, sepeda motor PCX warna putih, 2 bungkus plastik kecil berisi bedak lulur dan parfum Al-Hajar.

"Pelaku kita jerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara," pungkasnya. (iwd/iwd)