Kata PVMBG Usai Pantau Erupsi Gunung Raung: Energinya Masih di Bawah 2015

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 03 Feb 2021 17:48 WIB
Subkoordinator Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani
Subkoordinator Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memantau langsung aktivitas vulkanik Gunung Raung. Erupsi saat ini dinilai masih di bawah erupsi 2015.

Subkoordinator Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani, membenarkan adanya peningkatan aktivitas di Gunung Raung. Peningkatan aktivitas tampak dari munculnya gempa microtremor, yang amplitudonya menunjukkan tren peningkatan dari hari ke hari.

"Ini terlihat meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Tapi energinya masih di bawah 2015 lalu," ujarnya kepada wartawan, Rabu (3/2/2021).

Gempa tremor tersebut muncul akibat adanya kenaikan material vulkanik ke permukaan. Material vulkanik berupa gas, cairan lava, dan batuan yang muncul di permukaan.

"Material-material tersebut keluar dari cinder cone. Cinder cone merupakan gundukan kerucut yang terbentuk akibat letusan sebelumnya. Ada di dasar kawah itu. Kemungkinan hasil erupsi pada 2015 lalu," tambahnya.

Pihaknya belum bisa mengamati aktivitas vulkanik di dalam kaldera. Tetapi pihaknya menduga saat ini sedang ada pengisian material vulkanik di kaldera. Sehingga volume material di dasar kaldera bertambah.

"Yang bisa kita amati adalah juga tampak dari munculnya bias kemerahan di puncak Raung. Bias kemerahan itu muncul akibat material pijar yang keluar dari cinder cone. Material pijar tersebut memantulkan cahaya kemerahan ke awan atau asap di atas puncak gunung," paparnya.

Sementara terkait dengan suara gemuruh Gunung Raung, kata Nia, hal itu wajar terjadi. Gemuruh tersebut terjadi karena adanya gesekan atau benturan material yang keluar melalui saluran. Gesekan dan benturan tersebut membuat getaran-getaran yang dalam frekuensi tertentu menimbulkan suara

"Sebenarnya itu hanya fenomena biasa ya. Karena memang cenderung Raung seperti itu (mengeluarkan gemuruh) saat erupsi. Pernah terjadi pada 2012, 2013 dan 2020," katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat tidak khawatir dengan Gunung Raung yang erupsi. Warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari puncak gunung.

"Tetap patuhi 2 kilometer tanpa aktivitas di puncak kawah," lanjutnya.

Gunung Raung merupakan gunung bertipe strato kaldera setinggi 3.332 mdpl, di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Jember. Sejak 21 Januari 2021, PVMBG meningkatkan status Gunung Raung dari normal (level I) menjadi waspada (level II).

(sun/bdh)