Demokrat Lamongan Nyatakan Solid Bersama AHY

Eko Sudjarwo - detikNews
Selasa, 02 Feb 2021 16:59 WIB
Ketua DPC Partai Demokrat Lamongan Debby Kurniawan
Ketua DPC Partai Demokrat Lamongan Debby Kurniawan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan -

Partai DemokratLamongan bersuara terkait isu kudeta di tubuh partainya. Demokrat Lamongan mengaku tetap solid untuk bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ketua DPC Partai Demokrat Lamongan Debby Kurniawan mengatakan Demokrat Lamongan sudah menyatakan sikapnya untuk tetap solid bersama ketua umum AHY. Debby menyebut, Lamongan setia dan tunduk patuh kepada Partai Demokrat dan kepemimpinan ketua umum AHY dan ketua MTP Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). AHY dan SBY, kata Debby, adalah hasil kongres ke 5 Partai Demokrat pada 15 Maret 2020 yang dilakukan secara demokratis.

"Setia dan tunduk patuh kepada Partai Demokrat dan Kepemimpinan Ketum Bapak Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketua MTP Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, hasil Kongres V Partai Demokrat 15 Maret 2020, yang dilakukan secara demokratis, dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM melalui SK No. M.HH-09.AH.11.01 tanggal 18 Mei 2020 tentang Pengesahan Perubahan AD/ART Partai Demokrat dan M.HH-15.AH.11.01 tanggal 27 Juli 2020 tentang Pengesahan Perubahan Susunan Kepengurusan DPP Partai Demokrat Masa Bakti 2020-2025," kata Debby Kurniawan saat dihubungi detikcom, Selasa (2/2/2021).

Seiring dengan sikap itu, lanjut Debby, Lamongan juga bertekad untuk melawan seluruh upaya pengkhianatan dan makar, serta gerakan inkonstitusional lainnya yang bertentangan dengan AD/ART dan kode etik Partai Demokrat.

"Bertekad untuk bersatu dan solid di bawah kepemimpinan Ketum AHY guna membangun kebesaran Partai Demokrat untuk memperjuangkan harapan rakyat dan memenangkan Pemilu mendatang," tandasnya.

Sebelumnya, Ketum Partai Demokrat AHY mengungkap upaya kudeta terhadapnya dan informasinya melibatkan orang dekat lingkaran Presiden Jokowi. Partai Demokrat menyinggung sosok jenderal.

"Para pimpinan dan kader Demokrat yang melapor kepada kami tersebut, merasa tidak nyaman dan bahkan menolak ketika dihubungi dan diajak untuk melakukan penggantian Ketum Partai Demokrat," kata AHY dalam konferensi pers di DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakpus, Senin (1/2).

Menurutnya, ajakan dan komunikasi itu dilakukan dengan paksa lewat telepon maupun pertemuan langsung. 'Kudeta' itu disebut akan menjadi jalan menjadi capres di Pemilu 2024.

"Ajakan dan permintaan dukungan untuk mengganti 'dengan paksa' Ketum PD tersebut, dilakukan baik melalui telepon maupun pertemuan langsung. Dalam komunikasi mereka, pengambilalihan posisi Ketum PD, akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan, sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024 mendatang. Konsep dan rencana yang dipilih para pelaku untuk mengganti dengan paksa Ketum PD yang sah, adalah dengan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB)," ujarnya.

(iwd/iwd)