Soal Kudeta PD, Pakar Politik: Saya Kok Tidak Percaya

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 22:48 WIB
Pakar psikologi politik Untag Surabaya Andik Matulessy
Pakar psikologi politik Untag Surabaya Andik Matulessy (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Partai Demokrat digoyang isu kudeta. Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono yang menyebut ada upaya gerakan kudeta merebut partai dari dirinya.

Pakar psikologi politik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Andik Matulessy menilai isu kudeta di tubuh PD sulit dipercaya. Sebab peran Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di partai berlambang bintang merci itu masih sangat kuat.

"Saya kok tidak percaya ya, karena partai sekuat Demokrat bisa diintervensi. Apalagi peran SBY sebagai pendiri partai dan sekarang posisi yang bagus di Demokrat tentunya sulit ada kudeta dari orang luar," terang Andik kepada detikcom, Senin (1/2/2021).

"Dibandingkan dengan parpol lain yang penguasanya banyak orang, maka Demokrat lebih kuat untuk dikuasai oleh SBY dan keluarganya," imbuhnya lagi.

Menurut Andik, isu gerakan kudeta yang diungkapkan oleh AHY bisa jadi merupakan sebagai strategi common enemy untuk mempersatukan internal partai. Meski begitu, jika memang benar isu kudeta tersebut ada, maka ia menilai ada yang salah dengan manajemen organisasi.

"Kadangkala 'menciptakan' musuh bersama (common enemy) digunakan untuk mempersatukan suatu organisasi. Kalau sampai ada intervensi berarti manajemen organisasi internal parpol yang tidak kuat," papar Andik.

"Dalam sejarah, semua partai pernah memiliki problem dalam internal organisasi, namun ikon pendiri partai akan bisa menjadi solusi untuk mempersatukan," tambah Andik.

Lalu bagaimana dengan tudingan Kepala KSP Moeldoko yang dianggap sebagai orang yang ingin merebut kepemimpinan AHY? Andik menyebut bahwa orang yang ada di lingkar kekuasaan adalah yang paling berisiko dituduh.

"Ya yang paling mudah disalahkan sebagai biang intervensi itu adalah orang-orang yang berada di pemerintahan," ujar Andik.

Selanjutnya
Halaman
1 2