Dispensasi Kawin Tahun 2020 di Ponorogo Naik 200% Dibanding 2019

Charoline Pebrianti - detikNews
Senin, 01 Feb 2021 14:14 WIB
Pengadilan Agama Ponorogo
Pengadilan Agama Ponorogo (Foto: Charoline Pebrianti)
Ponorogo -

Fenomena pernikahan dini ternyata juga banyak terjadi di Ponorogo. Terbukti pengajuan perizinan dispensasi kawin di Pengadilan Agama (PA) Ponorogo sepanjang tahun 2020 ada 236 perkara.

Angka tersebut naik dua kali lipat dibanding tahun 2019 yang hanya ada 93 perkara.

"Kenaikan itu dipengaruhi berbagai faktor, sejak awal tahun 2020 ada penambahan kriteria umur calon perempuan dari sebelumnya 16 tahun menjadi 19 tahun," Humas PA Ponorogo Misnan Maulana saat ditemui di kantornya, Jalan Ir. Juanda, Senin (1/2/2021).

Misnan menambahkan karena adanya penambahan faktor usia dari 16 tahun naik ke 19 tahun otomatis kenaikan ini memicu jumlah perkara yang masuk.

"Selain itu, faktor lainnya karena hamil di luar nikah, meskipun ada juga yang tidak hamil, tapi dominan yang hamil," kata Misnan.

Disinggung soal sebaran wilayah, lanjut Misnan, pihaknya belum mendata detail kecamatan mana saja yang mengajukan dispensasi kawin paling tinggi.

"Tapi kalau menurut saya dari luar Kecamatan Kota, Siman dan Babadan. Rata-rata dari Ngrayun, Sooko, dan Sawoo," imbuh Misnan.

Ditanya soal apakah ada pengaruh belajar daring, Misnan mengaku permasalahannya bukan dari soal belajar daring.

Melainkan karena faktor bebas berkomunikasi dengan lancar seakan-akan melihat pergaulan bebas menjadi longgar.

"Padahal seharusnya kontrol pranata sosial di lingkungan, seperti dengan membatasi waktu pergaulan remaja serta orang tua dan lingkungan sebagai pengendali," papar Misnan.

Misnan menambahkan di tingkat desa juga harus ada perdes yang mengatur pergaulan remaja. Ini untuk semakin mengetatkan aturan remaja saat bergaul agar berkurang pengajuan dispensasi kawin.

"Tokoh masyarakat juga ikut memberi penyuluhan ke ortunya setidaknya untuk mengenali supaya jauh dari pergaulan bebas," pungkas Misnan.

(iwd/iwd)