Kasus Ambil Paksa Jenazah COVID-19 di RSI Sumenep, 26 Warga Rapid Antigen

Ahmad Rahman - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 21:33 WIB
Aksi ambil paksa jenazah COVID-19 di RSI Sumenep pada Minggu (24/1) berbuntut panjang. Ada 28 warga yang di-rapid antigen.
Saat warga di-rapid antigen/Foto: Ahmad Rahman
Sumenep -

Aksi ambil paksa jenazah COVID-19 di RSI Sumenep pada Minggu (24/1) berbuntut panjang. Ada 28 warga yang di-rapid antigen.

Rapid antigen digelar di Balai Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Sumenep. Meski sempat menolak, warga akhirnya mau menjalani rapid antigen untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Pj Kepala Desa Nambakor, Bambang Risdiyanto mengatakan, pihaknya mengundang 26 warga yang terlibat dalam aksi ambil paksa jenazah COVID-19 tersebut. "Kami sudah mengundang 26 warga datang ke balai desa untuk dilakukan tes rapid antigen," kata Bambang, Rabu (27/1/2021).

Menurutnya, warga mulai datang ke balai desa sekitar pukul 09.15 WIB. Petugas dari Dinas Kesehatan, kepolisian dan TNI sempat melakukan dialog dengan warga. Sebab, awalnya warga menolak rapid antigen. Mereka takut hasilnya positif dan dilakukan isolasi.

Namun setelah dijelaskan oleh petugas medis dari Puskesmas Saronggi, dan dibantu aparat desa, warga akhirnya bersedia di-rapid antigen. Bahkan ada beberapa warga dari keluarga jenazah COVID-19 yang ambil paksa, menyusul ikut rapid antigen. Sehingga total ada 28 warga yang di-rapid antigen.

"Alhamdulillah meski sempat alot karena ada miskomunikasi, akhirnya bersedia bahkan ada yang nyusul. Semuanya ada 28 orang dan semua hasilnya negatif," tambah Bambang.

Aksi ambil paksa jenazah COVID-19 terjadi di RSI Sumenep pada Minggu (24/1). Yang diambil paksa merupakan jenazah S (47) warga Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Sumenep.

S masuk RSI tanggal 11 Januari 2021. Sehari berselang, ia menjalani swab. Hasilnya keluar tanggal 13 dan ia dinyatakan positif COVID-19. Yang bersangkutan diisolasi dan mendapat perawatan di RSI. Namun S meninggal pada Minggu (24/1).

(sun/bdh)