Jenazah COVID-19 Diambil Paksa dari RSI Sumenep, yang Terlibat Akan Di-tracing

Ahmad Rahman - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 13:40 WIB
Aksi ambil paksa jenazah COVID-19 terjadi di RSI Sumenep pada Minggu (24/1). Satgas COVID-19 setempat akan melakukan tracing terhadap warga yang terlibat dalam aksi tersebut.
Humas Satgas COVID-19 Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya/Foto: Ahmad Rahman
Sumenep -

Aksi ambil paksa jenazah COVID-19 terjadi di RSI Sumenep pada Minggu (24/1). Satgas COVID-19 setempat akan melakukan tracing terhadap warga yang terlibat dalam aksi tersebut.

Soal tracing itu disampaikan Humas Satgas COVID-19 Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya. Pihaknya menyayangkan aksi pengambilan paksa jenazah COVID-19 itu, di RSI yang berada di darah Kalianget itu.

"Kita patut menyayangkan insiden tersebut dan mudah-mudahan ini tidak terjadi di kemudian hari," kata Ferdiansyah, Senin (24/1/2021).

Saat ini, Satgas sedang mendalami soal siapa saja yang terlibat dalam aksi ambil paksa jenazah COVID-19 itu. Setelah itu, pihaknya akan melakukan tracing.

"Terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut sedang kita dalami bersama, dan akan dilakukan tracing terhadap kontak erat dalam peristiwa tersebut," imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep telah melakukan koordinasi dengan tim satgas lintas sektor. Sehingga tracing bisa segera dilakukan oleh dinas terkait yaitu Dinas Kesehatan setempat.

"Tracing itu kan dilakukan dinas terkait dan kita sudah melakukan koordinasi. Artinya kita akan lakukan secepat mungkin," terang Ferdiansyah yang juga menjabat Kepala Dinas Kominfo Sumenep.

Aksi ambil paksa jenazah COVID-19 terjadi di RSI Sumenep pada Minggu (24/1). Yang diambil paksa merupakan jenazah S (47) warga Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Sumenep.

S masuk RSI tanggal 11 Januari 2021. Sehari berselang, ia menjalani swab. Hasilnya keluar tanggal 13 dan ia dinyatakan positif COVID-19.

Yang bersangkutan diisolasi dan mendapat perawatan di RSI. Namun S meninggal pada Minggu (24/1).

(sun/bdh)