PPKM Jilid 2 Baru Berjalan, Pemkot Tambah Bed Antisipasi Pasien Membludak

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 14:20 WIB
Whisnu Sakti Buana
Whisnu Sakti Buana (Foto file: Esti Widiyana/detikcom)
Surabaya -

PPKM jilid 2 baru berjalan. Namun belum mengubah kondisi RS yang masih penuh pasien COVID-19. Mengantisipasi penumpukan pasien di IGD, Pemkot Surabaya akan menambah kapasitas bed khusus pasien COVID-19.

"Kita sudah siapkan, untuk COVID-19 sendiri ruang antrean di IGD sudah kita tambah di RSUD Soewandhie 33 bed, dari 15 jadi 48," kata Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana di ruang kerjanya, Rabu (27/1/2021).

Sementara untuk penambahan bed di ruang ICU, Pemkot Surabaya belum bisa melakukannya. Sebab ada beberapa hal yang masih dipertimbangkan. Salah satunya SDM tenaga medis. Meskipun tempat dan berbagai peralatan medis sudah ada.

"Kalau ICU kita tidak bisa serta merta menambah bednya. Walaupun tempatnya, alatnya ada, tapi kan butuh tenaga medisnya," ujarnya.

Whisnu pun berharap agar tidak ada penambahan pasien COVID-19 di RS, masyarakat di Surabaya tetap menjaga protokol kesehatan. Jika merasakan gejala, segera memeriksakan diri agar segera tertangani dan tidak menularkan ke keluarga.

Saat ini, Pemkot Surabaya tidak menyarankan untuk isolasi mandiri di rumah. Berkaca dari pengalaman isolasi mandiri, justru malah menjadikan adanya klaster keluarga.

"Untuk mengantisipasi itu, sudah tidak ada isolasi di rumah. Karena pengalaman isolasi mandiri justru ada menjadi klaster keluarga. Kalau keluarganya keluar, bisa menjadi klaster kampung. Makanya kalau ada yang positif tanpa gejala (OTG), kita isolasi di Hotel Asrama Haji, supaya lebih terkontrol dan tidak ada klaster," pungkasnya.

(fat/fat)