Cerita Dokter Si Merona di Mojokerto Sembuhkan Pasien COVID-19 Lebih Cepat

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 21:17 WIB
Si merona
Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto -

Peran tenaga medis menjadi salah satu kunci dalam perawatan dan penyembuhan pasien COVID-19 di Kabupaten Mojokerto. Cara-cara kreatif yang mereka terapkan mampu mempercepat penyembuhan para pasien.

Seperti pengalaman yang diceritakan dr Kusuma Wardani. Selain menjabat Kepala Puskesmas Gayaman di Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, dia juga ikut merawat pasien COVID-19. Karena sejak satu bulan yang lalu, UGD dan ruang rawat inap di puskesmas tersebut diubah menjadi rumah karantina.

Si Merona, itulah nama yang dia berikan untuk rumah karantina di Puskesmas Gayaman. Nama tersebut akronim dari siap siaga melawan Corona. Rumah karantina ini dibuat terpisah dari tempat pelayanan bagi pasien umum.

"Kenyamanan ruang isolasi ternyata berpengaruh terhadap kondisi klinis pasien. Makanya saya buat ruang isolasi seperti hotel. Saya buat senyaman mungkin supaya pasien bisa merasa layaknya di rumah. Setiap kamar ada televisinya," kata dr Kusuma kepada wartawan di lokasi, Selasa (26/1/2021).

Rumah karantina Si Merona mempunyai 18 tempat tidur. Terdapat 12 perawat dan 2 dokter yang selalu siaga di Si Merona. Sejak dibuka 25 Desember 2020, tempat ini sudah merawat 47 pasien positif COVID-19. Pasien yang diisolasi di rumah karantina ini tergolong tanpa gejala klinis (OTG) dan pasien dengan gejala ringan.

"Sampai hari ini yang sudah sembuh 31 pasien," ujar dr Kusuma.

Agar para pasien COVID-19 cepat sembuh, dr Kusuma menerapkan cara-cara kreatifnya. Setiap pasien rutin diberi asupan vitamin D, E, C, serta probiotik untuk meningkatkan kekebalan tubuh mereka. Enzim diberikan ke pasien saat stok probiotik habis.

Selanjutnya
Halaman
1 2