BMKG Tanjung Perak Imbau Warga Waspada Potensi Banjir Rob di Surabaya

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 26 Jan 2021 17:58 WIB
BMKG Maritim Tanjung Perak mengeluarkan peringatan waspada pasang air laut maksimum. Pasang air laut ini bisa berpotensi banjir rob di beberapa titik di Surabaya.
Kepala BMKG Maritim Kelas II Tanjung Perak, Taufiq Hermawan/Foto: Faiq Azmi
Surabaya - BMKG Maritim Tanjung Perak mengeluarkan peringatan waspada pasang air laut maksimum. Pasang air laut ini bisa berpotensi banjir rob di beberapa titik di Surabaya.

"BMKG Tanjung Perak telah memberi informasi waspada pasang air laut maksimum. Bisa berdampak banjir rob di beberapa daerah di Surabaya," ujar Kepala BMKG Maritim Kelas II Tanjung Perak, Taufiq Hermawan kepada detikcom, Selasa (26/1/2021).

Taufiq menjelaskan, fenomena pasang air laut maksimum di Surabaya dan sekitarnya diperkirakan terjadi pada 26-30 Januari 2021 atau selama lima hari. Fenomena itu dapat menyebabkan munculnya genangan air atau banjir rob setinggi 10-30 cm di wilayah pesisir.

"Ketinggian pasang air yang dapat mencapai ketinggian maksimum 130-140 cm dari permukaan laut di wilayah pesisir," terangnya.

Untuk Surabaya, Taufiq menyebut, klasifikasinya bisa terjadi di 3 daerah. Yakni di daerah Pelabuhan Surabaya meliputi Kecamatan Pabean Cantikan dan wilayah Pelabuhan Tanjung Perak. Di wilayah ini, pasang maksimum diprediksi akan terjadi pukul 21.00-24.00 WIB.

Kemudian di wilayah Surabaya Barat meliputi Kecamatan Benowo, Kecamatan Asemrowo, dan Kecamatan Semampir. Di kawasan ini, pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 22.00-24.00 WIB.

Terakhir untuk wilayah Surabaya Timur, meliputi Kecamatan Bulak Banteng dan Kecamatan Kenjeran. Untuk waktu pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 22.00-24.00 WIB.

"Pasang maksimum ini bisa memunculkan dampak genangan air di wilayah tersebut. Karena saat ini Surabaya dan Jatim secara umum masih pada puncak musim hujan. Jika curah hujan tinggi, potensi banjir rob sangat tinggi," tegas Taufiq.

Dirinya mengungkapkan, kondisi pasang maksimum bisa mengakibatkan terganggunya aktivitas di pesisir Surabaya, petani garam, nelayan, dan bongkar muat di pelabuhan.

"Info kewaspadaan ini bertujuan untuk bisa mengantisipasi lebih dini dampak-dampak yang tidak diinginkan di masyarakat pesisir wilayah Surabaya. Agar kewaspadaannya lebih dini, dan kerugian material bisa diantisipasi," ungkapnya.

Selain di kawasan pesisir Surabaya, pasang air laut maksimum ini juga diperkirakan terjadi di pesisir Sidoarjo serta pesisir Pamekasan. (sun/bdh)