BMKG Maritim Keluarkan Imbauan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Jatim

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 16:01 WIB
BMKG Maritim
Foto: Faiq Azmi
Surabaya - BMKG Maritim Tanjung Perak mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan Jawa Timur. Tinggi gelombang bisa mencapai 2,5-4 meter.

Kepala BMKG Maritim Kelas II Tanjung Perak, Taufiq Hermawan mengatakan kondisi perairan di Jatim saat ini relatif tidak kondusif.

"Kami sampaikaan saat ini memang kondisi perairan di Jatim kondisinya masih relatif kurang kondusif. Dalam artian cuaca masih bisa dikatakan ekstrim di perairan di Jatim," ujar Taufiq kepada detikcom, Selasa (19/1/2021).

Kondisi yang tidak kondusif tersebut, kata Taufiq, diperkirakan terjadi di laut Jawa tepatnya sebelah Utara Pulau Madura. Kemudian di Perairan Bawean sebelah Selatan dan Utara.

Peringatan gelombang tinggi juga dikeluarkan BMKG Tanjung Perak di wilayah lautan Masalembo, laut Gresik-Lamongan, Gresik-Surabaya juga di sebagian selatan Jatim.

"Selanjutnya juga cuaca tersebut terjadi di wilayah perairan di Pulau Kangean. Di sana juga kurang baik dan kurang kondusif (kondisi lautnya). Wilayah-wilayah itu sudah kami infokan, kami prediksi ketinggian gelombangnya mencapai 4 meter. Dan kami warning," imbuhnya.

Untuk ketinggian gelombang, Taufiq menyebut berada di kisaran 2,5 meter hingga 4 meter. Peringatan gelombang tinggi, lanjut Taufiq, berlangsung mulai Selasa (19/1) dan Rabu (20/1). Namun pihaknya mengimbau, peringatan ini agar diindahkan masyarakat hingga lima hari ke depan.

"Khususnya masyarakat yang hendak berpergian melalui moda transportasi laut. Nelayan tradisional, juga warga sekitar pesisir laut Jawa," ungkapnya.

Taufiq menjelaskan, gelombang tinggi di perairan Jatim disebabkan faktor secara global. Seperti adanya fenomena La Nina, indeks MJO (Madden Julian Oscillation).

"Indeks MJO yang saat ini ada di fase 3 dan 4. Artinya fase ini bisa memicu pertumbuhan potensi cuaca buruk di Indonesia salah satunya di laut Jawa. Faktor lain yakni gelombang Rossby yang terdeteksi masuk di wilayah Indonesia juga indeks Monsun Asia yang membawa uap air ke wilayah perairan di Jatim. Sehingga wilayah Jatim terdampak kondisi tersebut," bebernya.

(fat/fat)