Tewas Dianiaya, Pegawai Kafe di Mojokerto Ternyata Korban Salah Sasaran

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 16:41 WIB
pembunuhan di mojokerto
Pembunuh Nanda yang ternyata salah sasaran (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Penganiayaan yang menewaskan Ananda Putra Wiyanto alias Nanda (18) dipicu persoalasan asmara. Tersangka geram setelah mendapat kabar kekasihnya menjadi korban pelecehan seksual. Namun, kecemburuan tersangka ternyata salah sasaran.

"Motifnya jelas karena asmara, tersangka cemburu dengan korban setelah menerima informasi yang tidak benar. Yaitu kekasih tersangka diganggu oleh korban," kata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander saat jumpa pers di kantornya, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Senin (25/1/2021).

Dony menjelaskan kasus korban yang tewas dianiaya itu berawal saat kekasih Mako bernisial VI memang bersama Nanda di rumah GM (26) di Jalan Raya Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto pada Sabtu (26/12/2020) malam. GM merupakan pemilik Kafe Gama tempat Nanda bekerja. Di rumah tersebut juga ada GM dan seorang perempuan lainnya yang menjadi pasangan Nanda.

Kepada Mako, saat itu VI mengaku mendapat perlakuan tidak senonoh. Namun, dia tidak menyebutkan siapa yang melecehkan dirinya. Tanpa berfikir panjang, pemuda asal Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis itu diantar temannya berinisial MTR (16) mendatangi VI pada Minggu (27/12/2020) sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat tersangka tiba di lokasi, kebetulan kekasihnya berada di depan rumah GM bersama Nanda. Mako lantas melampiaskan amarahnya kepada korban tanpa lebih dulu mengklarifikasi siapa orang yang melecehkan kekasihnya.

"Saat bertemu kekasihnya di lokasi, kekasihnya bilang diganggu. Pemikiran tersangka, kekasihnya diganggu korban. Padahal kekasihnya belum menjelaskan detil siapa yang mengganggunya. Inilah yang memicu pemukulan terhadap korban," terang Dony.

Mako menganiaya Nanda menggunakan sebuah kunci Inggris yang dia bawa dari rumahnya. Tiga kali pukulan tersangka mengakibatkan tengkorak belakang korban retak. Pemuda asal Dusun Soso, Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet itu tewas dianiaya yang menyebabkan pendaraan pada otaknya.

"Yang mengganggu kekasih tersangka berdasarkan keterangan yang kami gali adalah GM sebagai pemilik kafe tempat bekerja korban," ungkap Dony.

Selanjutnya
Halaman
1 2