Terungkap Penyebab Janggal Tewasnya Pegawai Kafe di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 20:24 WIB
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra
Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra (Foto: Enggran Eko Budianto)
Mojokerto -

Teka-teki kematian Ananda Putra Wiyanto alias Nanda (18) yang dinilai janggal, kini mendekati titik terang. Pegawai kafe di Mojokerto itu diduga kuat tewas akibat dipukul hingga tengkoraknya retak.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhy Hangga Putra mengatakan pihaknya telah menerima hasil autopsi jenazah Nanda dari RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo.

Menurut dia, pemuda warga Dusun Soso, Desa Cepokolimo, Kecamatan Pacet, Mojokerto tersebut tewas karena luka di kepala bagian belakang. Luka tersebut disebabkan kekerasan benda tumpul.

"Itu (kekerasan benda tumpul) menyebabkan retak di tengkoraknya. Kemudian juga ada pembuluh darah yang ke otak itu pecah sehingga terjadi pendarahan," kata Rifaldhy kepada wartawan di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Selasa (12/1/2021).

Berdasarkan hasil autopsi dan pemeriksaan luar jenazah, lanjut Rifaldhy, pelaku memukul Nanda hanya satu kali di kepala belakang. Nampak dari luar, luka tersebut kecil. Namun, kerasnya pukulan mengakibatkan tengkorak pegawai bagian administrasi di Kafe Gama, Desa/Kecamatan Pacet itu retak.

"Kemungkinan (alat pemukulnya) lebih keras dari kayu. Dari hasil pemeriksaan luar dan hasil autopsi, luka yang nampak hanya di bagian belakang saja. Kemungkinan dipukul satu kali," terangnya.

Hanya saja, Rifaldhy belum bisa memastikan alat yang digunakan pelaku memukul kepala Nanda. "Sementara ini belum bisa, masih kami gali dari para saksi. Mudah-mudahan bisa segera kami ketahui," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2