Kata Polisi soal Aksi Ambil Paksa Jenazah COVID-19 dari RSI Sumenep

Ahmad Rahman - detikNews
Senin, 25 Jan 2021 10:10 WIB
Aksi ambil paksa jenazah COVID-19 terjadi di RSI Sumenep. Jenazah diambil oleh keluarganya dan dibawa memakai tempat tidur pasien.
Aksi ambil paksa jenazah COVID-19 di Sumenep/Foto: Tangkapan Layar
Sumenep -

Aksi ambil paksa jenazah COVID-19 terjadi di RSI Sumenep. Menurut polisi, pihak keluarga tidak ingin jenazah itu dimakamkan dengan protokol COVID-19.

"Kami dari anggota mendampingi dokter Andre memberi edukasi dan sebagainya. Namun keluarga besarnya (pasien) bersikeras menginginkan tidak dikuburkan secara COVID. Karena beranggapan keluarganya meninggal bukan karena COVID," kata Kapolsek Kalianget, Iptu Maliyanto, Minggu (24/01/2021) malam.

Jenazah tersebut yakni S (47) warga Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Sumenep. Ia masuk RSI pada 13 Januari 2021, karena sakit kencing manis atau diabetes.

Namun ternyata, S juga terpapar COVID-19 hingga mengembuskan napas terakhir. Menurut Maliyanto, keluarga pasien tidak percaya dan tidak terima S dinyatakan meninggal karena terpapar COVID-19. Sehingga jenazah langsung diambil paksa dari ruang isolasi oleh keluarganya dan dibawa pulang.

Jenazah itu dibawa memakai tempat tidur pasien hingga sekitar satu km dari rumah sakit. Selanjutnya diantar menggunakan ambulans desa hingga rumah duka di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Sumenep.

Aksi ambil paksa jenazah COVID-19 itu terjadi pada Minggu (24/1) siang. Detik-detik pengambilan jenazah terekam kamera HP warga.

(sun/bdh)