Banyak Nakes Positif COVID-19, Satgas Minta Warga Blitar Patuh Prokes

Erliana Riady - detikNews
Minggu, 24 Jan 2021 13:36 WIB
Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar meminta warga mematuhi prokes. Ini karena makin banyak nakes yang terinfeksi COVID-19 dan penuhnya ruang isolasi pasien COVID-19.
Pengumuman penutupan Puskesmas Sutojayan/Foto: Erliana Riady
Blitar - Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar meminta warga mematuhi prokes. Ini karena makin banyak nakes positif COVID-19 dan penuhnya ruang isolasi pasien COVID-19.

Laporan terbaru, nakes yang terinfeksi COVID-19 berasal dari Puskesmas Sutojayan. Padahal, tempat ini juga menjadi yankes penopang bagi pasien positif tanpa gejala. Jubir Satgas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti tidak bisa memastikan dari mana para nakes di Puskesmas itu terpapar virus COVID-19.

"Hasil tracing dan testing ada lima nakes di Puskesmas Sutojayan yang terkonfirmasi positif COVID-19. Tapi mereka ini bukan yang bertugas di rumah isolasi (ruso) ya. Paparan bisa datang dari mana saja, bukan hanya karena satu lokasi dengan ruso," papar Krisna saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (24/1/2021).

Mereka yang terkonfirmasi positif COVID-19, lanjut Krisna, justru nakes yang bertugas di layanan pasien umum. Sehingga untuk memutus rantai penularannya, satgas merekomendasikan Puskesmas Sutojayan di general cleaning selama lima hari.

"Sejak Jumat (22/1) kami mulai lakukan general cleaning. Dan mulai Senin (25/1) sampai Rabu (27/1) layanan Puskesmas Sutojayan kami tutup dulu," terangnya.

Krisna menambahkan, sebelum Puskesmas Sutojayan ditutup, Puskesmas Nglegok sudah menutup layanan kesehatannya lebih dahulu. Karena ada 10 nakes yang terkonfirmasi positif. Kemudian, muncul kembali klaster nakes di RSU Srengat dan Ngudi Waluyo Wlingi yang merupakan rumah sakit rujukan penanganan COVID-19.

Tak hanya di rumah sakit milik Pemkab Blitar, namun di rumah sakit milik Pemkot Blitar juga beberapa nakes warga kabupaten dilaporkan terkonfirmasi positif COVID-19. Sementara penambahan okupasi ruang isolasi bagi pasien bergejala maupun tanpa gejala, seakan berbanding lurus dengan lonjakan jumlah kasus baru.

Krisna mengaku, kondisi ini memaksa setiap desa membuka kembali gedung isolasi. Kampung tangguh kembali diberdayakan untuk menampung lonjakan kasus baru yang belum juga menunjukkan tanda menurun. Data per Sabtu (23/1), jumlah pasien positif aktif di Kabupaten Blitar mencapai angka 2.988.

"Sekarang, masyarakat harus mau diajak tertib 5M. Kalau tidak, coba lihatlah sekarang yang terjadi. Kondisi nakes, yankes sudah banyak yang kena. Mohon semua bersabar dan mematuhi prokes yang ada," pungkasnya. (sun/bdh)