Unik, Sekolah Ini Bernama SMK Sore Masuk Pagi

Sugeng Harianto - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 09:59 WIB
SMK Sore Masuk Pagi merupakan satu dari sekian nama sekolah yang unik di Jatim. Sekolah ini berada di Jalan Kelapa Manis, Kota Madiun.
SMK Sore Masuk Pagi, Madiun/Foto: Sugeng Harianto
Madiun -

SMK Sore Masuk Pagi merupakan satu dari sekian nama sekolah yang unik di Jatim. Sekolah unik ini berada di Jalan Kelapa Manis, Kota Madiun.

Sekolah ini berdiri pada tahun 1969 lewat Yayasan Diponegoro. Kala itu nama sekolahnya SMK Sore saja. SMK Sore didirikan oleh lima anggota PGRI dengan menyewa lima SD Mojorejo, Kecamatan Taman.

"Berdiri sekolah Januari 1969. Awalnya menyewa gedung dari lima SD yang belajarnya sore, karena pagi dipakai murid SD. Pendirinya ada lima orang anggota PGRI dalam Yayasan Diponegoro. Tapi nama sekolah hanya SMK Sore tidak ada kata 'masuk pagi'," ujar Kepala Sekolah SMK Sore Masuk Pagi Kota Madiun, Riyanto Basuki saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (23/1/2021).

Lima pendiri Yayasan Diponegoro yang membuka SMK Sore itu, kata Riyanto, sudah wafat sehingga diteruskan ahli waris. Satu dari lima pendiri SMK Sore menjabat sebagai Kepala Sekolah pertama seumur hidup, yakni Sayid Bisri. Ia menjabat hingga tahun 2003.

"Pendirinya lima tapi sudah almarhum semua, yakni Sayid Bisri menjabat kepala sekolah seumur hidup sampai tahun 2003. Kemudian yang empat Ngusman, Syamsuri, Syakuri dan Imam Soemadji," kata Riyanto.

Riyanto menjelaskan, seiring berjalannya waktu, pada tahun 1985 SMK sore telah memiliki gedung sendiri di Jalan Kelapa Manis Nomor 41 hingga sekarang. Sejak saat itu proses belajar mengajar yang semula sore diubah pagi hingga sekarang.

"Sejak punya gedung sendiri tahun 1985 proses belajar sudah pagi. Sehingga sekaligus promosi akhirnya di tambahkan di papan nama SMK Sore Masuk Pagi. Gitu ceritanya," paparnya.

Sementara Ketua Komite SMK Sore Masuk Pagi, Lilik Budi Santoso menjelaskan, puncak kejayaan sekolah unik ini yakni antara tahun 1990 hingga 2010. Saat itu jumlah murid mencapai hampir seribu, menempati 15 kelas, kelas satu sampai tiga.

"Dulu puncaknya sampai setiap kelas 62 murid. Total 15 kelas mulai satu sampai tiga. Tapi kini sepi," ungkap Lilik.

Selanjutnya
Halaman
1 2