Jual Beli Benih Lobster di Blitar dan Tulungagung Digagalkan, 2 Orang Diringkus

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 21:16 WIB
benih lobster ilegal
Polisi mengungkap perdagangan benih lobster ilegal (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Surabaya -

Polisi mengungkap kasus perdagangan benih lobster (benur) ilegal. Dua tersangka ditangkap dan dari keduanya polisi mengamankan total sebanyak 3.149 ekor benih lobster.

Kedua tersangka adalah Candra (24), warga Wates, Blitar dan Imam (38), warga Tulungagung. Kedua pelaku diamankan pada Senin (18/1) di dua lokasi berbeda.

Dirpolairud Polda Jatim Kombes Arnapi mengatakan terbongkarnya kasus ini, setelah pihaknya menerima informasi jual beli benur ilegal di wilayah Pantai Jolo Sutro, Blitar dan Tulungagung pada pekan lalu.

"Kami mendapatkan informasi jual beli atau perdagangan benur yang tanpa dilengkapi dengan perizinan yang sah," kata Arnapi kepada wartawan di Ditpolairud Polda Jatim, Jumat (22/1/2021).

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata benar. Petugas mengamankan tersangka Candra (24) di daerah Wates, Blitar. Dari tersangka, petugas menemukan 4 kantong plastik yang disimpan di dalam tas warna hitam berisi benih lobster kurang lebih sebanyak 797 ekor.

Setelah, dilakukan interogasi terhadap tersangka, petugas kembali menemukan benih lobster di rumahnya sebanyak 5 kantong plastik, berisi kurang lebih 948 ekor. Ribuan benih lobster tersebut terdapat dua jenis yakni jenis pasir dan mutiara.

"Untuk jenis pasir sebanyak 1.761 dan mutiara hanya 20 ekor," ungkap Arnapi.

Selanjutnya polisi bergerak menuju perairan Campur Darat, Tulungagung. Di sana petugas mengamankan tersangka Imam. Dari hasil pemeriksaan petugas mengamankan barang bukti 10 kantong plastik yang berisi benih lobster sebanyak 1.368 ekor yang disimpan di dalam kendaraannya.

Selanjutnya
Halaman
1 2