Kasus Ambil Paksa Jenazah COVID-19 di Probolinggo, 19 Warga Tes Swab

M Rofiq - detikNews
Jumat, 22 Jan 2021 12:12 WIB
Sekelompok warga Kabupaten Probolinggo mengambil paksa jenazah pasien COVID-19 di RSUD Waluyo Jati. Kini 19 warga menjalani tes swab.
Tes swab di Kabupaten Probolinggo/Foto: M Rofiq
Probolinggo -

Sekelompok warga Kabupaten Probolinggo mengambil paksa jenazah COVID-19 di RSUD Waluyo Jati. Kini 19 warga menjalani tes swab.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (17/1) pukul 22.00 WIB. Warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo datang ke RSUD Waluyo Jati dan mengambil paksa jenazah R (47), pasien COVID-19. Mereka juga merusak fasilitas rumah sakit.

"Hasil tracing yang dilakukan petugas Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo bersama Satgas COVID-19 Kecamatan Kraksaan, ada 19 orang kontak erat dengan pasien R (47)," ujar Koordinator Gakkum Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, Jumat (22/1/2021).

"Di antaranya keluarga dan warga dari Desa Kalibuntu. Dua orang tidak memenuhi panggilan petugas untuk di-swab. Nanti kita akan kejar agar bisa diketahui terpapar atau tidak COVID-19. Agar tidak menyebar ke masyarakat di Desa Kalibuntu," imbuhnya.

Satgas COVID-19 setempat juga melibatkan TNI-Polri, Satpol PP dan Forkopimka Kraksaan, untuk pelaksanaan swab PCR di Desa Kalibuntu, yang mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan. Ini terkait kasus ambil paksa jenazah COVID-19.

Petugas akan terus berusaha mencari 2 dari 19 orang yang belum tes swab. Mereka diduga sengaja menghindari tes swab.

"Hasil swab PCR ke 17 orang kontak erat, sekitar 5 sampai 7 hari ke depan. Dan yang hasil positif terkonfirmasi COVID-19, maka akan langsung dibawa untuk dilakukan isolasi dan karantina, untuk perawatan medis. Dan untuk giat swab PCR kedua masih menunggu petunjuk dari hasil rapat bersama tim gabungan Satgas COVID-19 Kabupaten Probolinggo," lanjutnya.

Ia berharap warga patuh dan tertib untuk mengikuti arahan pemerintah dan petugas Satgas COVID-19, agar penyebaran COVID-19 dan pandemi Corona segera berakhir. Ia juga menyayangkan dan berharap tidak ada lagi aksi ambil paksa jenazah COVID-19.

(sun/bdh)