MK Register Gugatan Cabup-Cawabup Banyuwangi Yusuf-Riza

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 18:50 WIB
Cabup-Cawabup Banyuwangi Yusuf-Riza
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Pilkada 2020 Banyuwangi memasuki babak baru. Mahkamah Konstitusi (MK) meregrister gugatan sengketa pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi 2020 yang dilayangkan pasangan Yusuf Widyatmoko - Muhammad Riza Aziziy.

Gugatan itu diajukan Yusuf-Riza melalui kuasa hukumnya ke Mahkamah Konstitusi pada tanggal 21 Desember 2020 lalu. Dalam situs MK tertulis APPP : 90/PAN.MK/AP3/12/2020 dengan KPU Banyuwangi selaku termohon.

"Benar. (Gugatan Yusuf-Riza) sudah diregister oleh MK," kata Komisioner KPU Banyuwangi Dian Mardiyanto kepada wartawan, Senin (18/1/2021).

Selanjutnya, per hari ini, tanggal 18 Januari 2021, gugatan tersebut dicatat dalam Buku Register Perkara Konstitusi Elekteonik (e-BPRK) permohonan perselisihan hasil pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Tahun 2020, dengan register perkara : Nomor 87/PHP.BUP-XIX/2021.

Rencananya, MK akan menggelar sidang pendahuluan dengan agenda mendengarkan permohonan dari pemohon. "Sidang pendahuluan antara tanggal 26-29 Januari 2021," kata Dian.

KPU sebagai termohon, lanjut Dian, saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi gugatan. Pihaknya akan menggelar rapat internal terlebih dahulu dalam rangka mempersiapkan perlawanan.

"Masih akan kita rapatkan nanti. Mungkin nanti sore atau malam nanti, karena kami baru pulang dari luar kota," jelas Divisi Hukum KPU Banyuwangi ini.

Dikonfirmasi terpisah, Tim Pemenangan Yusuf-Riza, Rudi Santoso mengaku bersyukur atas diregisternya gugatan yang dilayangkan paslon nomor urut satu tersebut.

"Alhamdulillah akhirnya diregistrasi. Ini yang kami tunggu. Rencananya sidang awal akan digelar antara 26 - 29 Januari 2021," ungkap pria yang akrab disapa Rudi Begal ini.

Pasangan Yusuf - Reza menunjuk Zubairi, Moch. Zaeni dan Reza Auliansyah sebagai kuasa hukum. Selain tim lokal, Yusuf - Riza juga menggandeng pengacara dari Jakarta.

"Untuk pengacara dari ibukota tidak kita buka dulu. Namun yang jelas dia pernah di KPK," imbuhnya. (fat/fat)