Urban Legend

Ini Makna Barong Bagi Warga Kemiren Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 17 Jan 2021 16:33 WIB
Barong Kemiren, Barong Sakral Ikon Banyuwangi
Barong Kemiren, Barong Sakral Ikon Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Barong Kemiren tak sekadar menjadi kesenian yang ditanggap untuk menghibur. Oleh warga desa, barong sangat disakralkan karena dipercaya memiliki kekuatan magis arwah nenek moyang. Namun, ada filosofi khusus yang melekat dari Barong Kemiren Sunar Udara ini.

Barong Sunar Udara merupakan sebuah perwujudan kehidupan manusia. Bentuk kerukunan hingga keagungan Tuhan ada di dalam ornamen Barong Kemiren itu.

Setyo Herfendi, pemangku Barong Kemiren saat ini mengatakan, kata Barong bisa berarti bareng-bareng (bersama-sama) melestarikan budaya dan menjalankan kehidupan. Barong memiliki mahkota bulat, diibaratkan dengan keagungan Tuhan.

"Mulut menganga bermakna manusia tidak boleh serakah. Dan barong Kemiren juga memiliki dua sayap, yaitu sayap laki-laki dan perempuan. Makna dari dua sayap barong, jika terbang janganlah lupa yang ada di bawah atau jangan sombong," ujarnya kepada detikcom, Minggu (17/1/2021).

Keling (lekukan pada topi barong) dengan kepala garuda menghadap ke belakang. Ini diartikan sebagai harus waspada dengan segala daya dan upaya dari luar yabg mungkin bisa mencederai kapan saja.

Barong Kemiren juga memiliki rumbai-rumbai yang diibaratkan sebagai keluarga besar. Jika semua keluarga bersatu, maka akan kuat. "Kemudian ada rumbai-rumbai yang mengibaratkan anak-cucu, menantu, orang tua, canggah, kalau bersatu akan kuat. Ada kebersamaan seperti warna kain putih dikenakan barong." kata pria beranak satu ini.

Sementara untuk warna ada 5 macam di tujuh Barong Kemiren. Di antaranya Kuning, Merah, Hitam Hijau dan Putih. Kuning bercerita tentang kehidupan, sementara hijau untuk alam sekitar. Sementara merah berarti berani dan hitam memiliki arti kelanggengan atau keabadian.

"Sementara putih adalah kesucian. Dari 5 warna ini semuanya berasal dari warna putih," tambahnya.

"Di Kemiren, siapa yang datang harus ramah, harus disambut dan dilayani dengan baik. Siapa yang datang ke kita, kalau berbuat jahat, biarlah kejahatan itu Tuhan lah yang akan membalasnya. Inilah makna wujud keseluruhan Barong Kemiren," pungkasnya.

(fat/fat)