Jenazah Kru Sriwijaya Air Fadly Satrianto Akan Dimakamkan di Keputih Surabaya

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 13:26 WIB
Keluarga Kopilot NAM Air Fadly Satrianto
Orang tua Fadly Satrianto di rumahnya (Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Jenazah Fadly Satrianto, extra crew Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh, telah teridentifikasi. Keluarga akan membawa jenazah ke Surabaya pada Kamis (14/1).

Sumarzen Marzuki, ayah Fadly, mengaku akan memakamkan anak bungsu dari tiga bersaudara itu di pemakaman Keputih, Surabaya.

"Iya, dimakamkan di TPU Keputih," kata Sumarzen di kediamannya kawasan Tanjung Pinang, Surabaya, Rabu (13/1/2021).

Sumarzen berencana memulangkan jenazah Fadly pada Kamis (14/1) pagi menggunakan pesawat. "Dari pihak Nam Air, seluruh proses pemulangan jenazah akan diurus mereka. Kami harap besok pagi sudah bisa dibawa dan nanti rencananya akan disambut teman seprofesi dan keluarga di Bandara Juanda," paparnya.

Sumarzen juga kembali menegaskan Fadly merupakan kopilot. Namun bukan di Sriiwjaya Air, melainkan di Nam Air. Kedua maskapai ini merupakan satu perusahaan. Fadly ke Pontianak karena ditugaskan perusahaan untuk menerbangkan pesawat Nam Air yang ada di sana ke beberapa rute tujuan di Pulau Jawa.

"Jadi statusnya di pesawat Sriwijaya adalah extra crew, bukan kopilot. Fadly kopilot di Nam Air," lanjutnya.

Keluarga Fadly sebenarnya diminta ke Jakarta untuk mengurus prosesi pemulangan jenazah ke Surabaya. Namun pihak keluarga memberi mandat ke saudara di Jakarta serta rekan seprofesi Fadly.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, saat akan menuju ke Pontianak, Sabtu (9/1). Ada 53 penumpang dan 12 orang kru di dalam pesawat tersebut. Salah satu kru pesawat atas nama Fadly Satrianto merupakan warga Surabaya.

(fat/fat)