Pegiat Ekonomi Minta Penjual Sayur Keliling Jadi Prioritas Vaksinasi COVID-19

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 11:52 WIB
pegiat ekonomi desa, Abdul Aziz.
Pegiat ekonomi desa di Blitar (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Pegiat ekonomi desa meminta pedagang sayur keliling diprioritaskan mendapat vaksin COVID-19. Karena merekalah garda terdepan marketing produksi pelaku usaha mikro, hingga mampu bertahan selama masa pandemi ini.

Sebelumnya, Pakar Ekonomi Universitas Surabaya (Ubaya), Prof Wibisono Hardjopranoto mendorong pelaku ekonomi divaksin setelah nakes. Pendapat ini disetujui pegiat ekonomi desa, Abdul Aziz.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan selama tiga bulan terakhir, ada sekitar 6 ribu pedagang sayur keliling di Blitar. Dalam kondisi normal, omzet mereka per hari bisa mencapai Rp 1 juta/hari.

"Satu sayur mider atau sarmi ini, rata-rata punya pelanggan sekitar 100 orang. Mereka berinteraksi langsung dengan pelanggannya. Tidak mengenal libur. Kehadiran mereka sangat membantu berkurangnya kedatangan orang ke pasar. Jadi kalau mereka diprioritaskan mendapat vaksin COVID-19 itu sangat layak," ujar Aziz kepada detikcom, Rabu (13/2/2021).

Sarmi, lanjut dia, menjual produk pelaku usaha mikro seperti tempe, tahu, keripik dan sayur mayur hasil panen petani lokal. Jika sarmi mendapat vaksin lebih dahulu, maka roda perekonomian pelaku usaha mikro tetap bisa berjalan. Meski ada banyak batasan aktivitas masyarakat selama diberlakukan PPKM ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2