Pakar Minta Pemberian Vaksin COVID-19 Prioritaskan Orang Paling Berisiko

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 16:28 WIB
Vaksin COVID-19 produksi Sinovac tiba di Kantor Dinkes Jatim. Adapun jumlah vaksin COVID-19 yang dikirim dari PT Bio Farma Jawa Barat, yakni 77.760 dosis.
Vaksin COVID-19 baru tiba beberapa waktu lalu di Surabaya (Foto file: Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya -

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sinovac di Indonesia sudah di depan mata. Prioritas utama yang mendapatkan vaksin adalah tenaga kesehatan (Nakes). Selain itu TNI dan Polri.

Pakar Kesehatan Masyarakat dan Ahli Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo menyebut pada prinsipnya, pemberian vaksin COVID-19 sinovac untuk orang-orang yang paling beriko terpapar.

"Prinsipnya, prioritas diberikan kepada mereka yang paling berisiko, berisiko tinggi tertular atau terinfeksi dan atau berisiko tinggi untuk meninggal bila terinfeksi," kata Windhi saat dihubungi detikcom, Selasa (12/1/2021).

Menurutnya, tidak masalah jika TNI dan Polri menjadi prioritas kedua. Akan tetapi, yang lebih penting setelah tenaga kesehatan adalah kelompok lanjut usia (lansia). Yakni usia di atas 60 tahun.

Tak terkecuali masyarakat yang memiliki komorbid juga sangat penting mendapatkan vaksin COVID-19 setelah nakes. Sebab jika mereka terpapar, kondisi mereka menjadi lebih berat.

"Karena mereka inilah yang sangat berisiko tinggi untuk mengalami kematian apabila tertular," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2