Pemprov Jatim Beri Toleransi Jam Tutup Mal Selama PPKM, Maksimal 30 Menit

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 11 Jan 2021 20:36 WIB
gubernur khofifah
Gubernur Khofifah (Foto: Tangkapan layar)
Surabaya -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi toleransi terhadap operasional jam tutup pusat perbelanjaan/mal, restoran, rumah makan, dan tempat ibadah. Dengan maksimal lebih 30 menit dari pukul 19.00 WIB yang ditentukan.

"Soal toleransi jam 19.00 WIB. Memang instruksi Mendagri jam 19.00, kemudian di KepGub jam 19.00. Tetapi di lapangan, kegiatan keagamaan, kebetulan kalau di Surabaya ini, (salat) isya di atas jam 7. Jadi misalnya toleransi itu, kami mohon juga rekomendasi dan proses mengkomunikasikan dengan baik dari Pak Kapolda, dan Pangdam," ujar Gubernur Khofifah saat Rakor melalui zoom, Senin (11/1/2021).

Khofifah menegaskan toleransi itu tetap harus dikomunikasikan dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, melalui Kapolres atau Dandim yang ada di 11 kabupaten/kota yang melaksanakan PPKM.

"Ditambahlah kalau mereka melakukan setelah salat kan gak langsung itu, plus 10 menit, plus salat, plus zikir, mungkin 19.30 WIB. Maka tugas kita mengkomunikasikan kepada takmir takmir Masjid, setelah salat Isya semua lampu lampu Masjid harus dipadamkan," imbuhnya

Toleransi berikutnya, kata Khofifah, adalah untuk restoran dan mal atau pusat perbelanjaan. Untuk mal atau pusat perbelanjaan, Khofifah menjelaskan, bahwa pukul 19.00 WIB, pengelola mal harus memberikan pengumuman bahwa mal akan segera tutup.

"Jadi misalnya jam 19.00 WIB itu sudah ada announcing dari masing masing institusi itu. Mereka menyampaikan, bahwa ini akan segera tutup, misalnya," imbuhnya.

Untuk restoran atau tempat makan, lanjut Khofifah, lebih teknis lagi. Di mana ada aturan untuk last order misalnya pada pukul 18.30 WIB. Kemudian makanan baru datang pada pukul 19.00 WIB.

Selanjutnya
Halaman
1 2