Satgas Wanti-wanti Pembuat Surat Rapid Test Antigen Palsu Bisa Dipidana

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 31 Des 2020 19:45 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mewanti-wanti agar tidak ada pembuat surat rapid test palsu di lingkungan masyarakat. Wiku mengingatkan bahwa pembuat surat rapid test antigen palsu itu bisa diancam pidana penjara selama 4 tahun.

"Penting untuk diketahui aturan prasyarat perjalanan disusun untuk mencegah terjadinya penularan di masyarakat. Dari segi hukum pidana, tindakan menyediakan surat keterangan dokter palsu dapat dijatuhkan sanksi seperti yang diatur dalam kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) Pasal 267 ayat 1 Pasal 268 ayat 1 dan 2 yaitu pidana penjara selama 4 tahun," kata Wiku dalam siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (31/12/2020).

Wiku mengatakan masyarakat harus sudah mulai sadar bahwa surat keterangan palsu hasil rapid test antigen sangat berbahaya saat ini. Terlebih,lanjut Wiku, di masa pandemi COVID-19 yang masih mewabah di Indonesia.

"Jadi pada masa pandemi ini sudah sepatutnya masyarakat menyadari bahwa tindakan pemalsuan surat keterangan rapid test antigen sangat berbahaya," ungkapnya.

Selain itu kata Wiku, pemalsuan hasil rapid test antigen ini juga dapat menimbulkan korban jiwa. Pasalnya, orang yang positif bisa saja menggunakan surat itu dan kemudian menularkan kepada orang yang rentan terkena virus Corona.

"Perlu diingat bahwa dampak dari pemalsuan ini bisa menimbulkan korban jiwa, apabila orang yang ternyata positif namun menggunakan surat keterangan palsu kemudian menulari orang lain yang rentan, maka jangan pernah bermain-main dengan hal ini," katanya.

Wiku berharap masyarakat menghindari praktik pembuatan surat palsu hasil rapid test antigen itu. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk melaporkan kepada aparat hukum jika kedapatan ada penyelenggara hasil rapid test palsu di lingkungannya.

Selanjutnya
Halaman
1 2