Satu Minggu, Pelanggar Prokes di Surabaya Meningkat 10 Persen

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 08 Jan 2021 16:21 WIB
Petugas gabungan menggelar Operasi Yustisi  di Jembatan Suramadu sisi Surabaya. Selain operasi protokol kesehatan (prokes), razia ini juga untuk mengantisipasi aksi kejahatan.
Operasi Yustisi di Surabaya (Foto file: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya -

Ribuan pelanggar operasi yustisi terjaring selama satu minggu di Surabaya. Operasi yustisi menjaring 3.990 pelanggar protokol kesehatan (Prokes). Mereka langsung dilakukan tipiring dan dan denda administratif.

Jumlah ini meningkat dibanding satu bulan sebelumnya sebanyak 10 persen, yakni 3.591 pelanggar prokes. Dari data Polrestabes Surabaya mulai tanggal 1 hingga 7 Januari sebanyak 44.232 kegiatan operasi yustisi. Dengan sasaran 84.936 Orang. Sedangkan operasi yustisi juga digelar dengan menyasar mulai terminal sebanyak 326 kali, mal sebanyak 169 kali, pasar sebanyak 515 kali, rumah makan sebanyak 641 kali, tempat wisata sebanyak 150 kali, tempat ibadah sebanyak 433 kali, tempat umum sebanyak 3.535 kali.

Hasil dari operasi yustisi tersebut berupa teguran sebanyak 23.108, di antaranya teguran lisan sebanyak 13.761, teguran tertulis sebanyak 9.364. sedangkan kerja sosial difasilitas umum sebanyak 1.295 dan denda administrasi Rp 87.048.000. Sementara itu, penyitaan KTP/Paspor sebanyak 3.990.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo membenarkan ada peningkatan 10 persen dibanding bulan sebelumnya.

"Peningkatan 10 persen hasilnya terutama denda administrasi. Itu berarti sebelum tahun baru," kata Hartoyo saat dihubungi detikcom, Jumat (7/1/2020).