Harga Cabai di Banyuwangi Makin "Pedas", Ini Kata Disperta

Ardian Fanani - detikNews
Jumat, 08 Jan 2021 08:20 WIB
Cabai Rawit di Banyuwangi
Harga cabai di Banyuwangi terserang cacar (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Harga cabai rawit melonjak hingga Rp 80 ribu/kg beberapa hari ini. Lonjakan ini dipicu banyaknya petani gagal panen, lantaran tanaman cabai terserang penyakit cacar (Antraknosa). Penyakit ini menyebabkan muncul bercak warna hitam di buah cabai sehingga cepat membusuk.

Meski begitu, Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi mencatat hanya 10 persen lahan tanaman cabai yang rusak. Data dari Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi mencatat dari 1.060 hektar di Banyuwangi, hanya 10 persen saja terserang cacar kategori berat.

"Untuk tanaman cabai rawit sendiri total ada 981 hektaran. Hanya sebesar 10 persen saja lahan yang terserang cacar," kata Ilham Juanda, Kabid Holtikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi saat dikonfirmasi, Jumat (8/1/2021).

Menurut Ilham, penyakit cacar ini disebabkan fungi atau jamur. Ada dua jenis jamur pathogen yang menyebabkan penyakit cacar, yakni jamur colletotricum capsici dan gleosporium sp. Kedua jenis jamur ini akan tumbuh subur saat tingkat kelembaban tanah naik.

"Saat hujan turun maka kelembaban tanah akan naik. Iklim ini cocok untuk pertumbuhan fungi yang menyebabkan penyakit cacar pada tanaman cabai," katanya.

Jika tanaman cabai sudah terserang cacar, maka produksi tanaman akan menurun drastis. Bahkan, beberapa petani mengaku tingkat kerusakan tanamannya hingga 90 persen.

Selanjutnya
Halaman
1 2