Penyebab Harga Cabai Rawit di Banyuwangi Meroket

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 13:21 WIB
Cabai Rawit di Banyuwangi
Petani cabai rawit (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Meroketnya harga cabai rawit di Kabupaten Banyuwangi terjadi karena beberapa faktor. Beberapa tanaman cabai rawit milik petani banyak terserang penyakit. Pedasnya harga cabai rawit tak bisa dinikmati petani.

Bahkan petani harus merugi lantaran tanaman cabainya rusak akibat terserang penyakit cacar hitam. Seperti yang dirasakan Muhammad Sholeh, petani cabai rawit di Desa Banjar, Kecamatan Licin. Tanaman cabai rawit miliknya terserang cacar.

"Saat berbuah pertama sudah terserang cacar. Sudah saya semprot obat cacar, tapi hasilnya tetap seperti itu. Masih banyak yang terserang cacar," ujarnya kepada detikcom, Senin (4/1/2021).

Menurut Sholeh, tanaman cabai rawit yang terserang penyakit cacar, buahnya terdapat bercak-bercak berwarna hitam. Tak hanya itu, pohon cabai rawit yang terserang, daunnya juga mengkerut karena penyakit. Akibat terserang penyakit cacar, petani hanya bisa gigit jari meski harga cabai rawit melambung tinggi.

"Jika masih muda, bercak itu kecil. Tapi semakin tua, bercak menyebar ke seluruh cabai," ungkapnya.

Biasanya, untuk 1 hektar tanaman cabai, petani bisa memanen hingga 100 kg setiap panen. Namun, saat ini petani hanya mampu memanen di kisaran 10 kg saja.

Selanjutnya
Halaman
1 2