Pemkot Surabaya Putuskan Tetap Gelar Belajar Daring

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 19:49 WIB
Pemkot Surabaya memutuskan tetap menggelar belajar daring sesuai instruksi Mendagri. Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana berharap, belajar daring tidak mengurangi kualitas anak didik.
Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana/Foto: Esti Widiyana

Akan tetapi, pihaknya juga tetap membuat konsep untuk sekolah tatap muka. Namun, jika sudah tidak ada instruksi Pemerintah Pusat untuk proses pembelajaran tatap muka, maka akan lebih fleksibel.

"Bagi yang orang tuanya setuju, bisa tatap muka sambil kita menata SDM kita. Nanti ke depan juga harus ada satu step lebih baik lagi untuk proses dalam situasi pandemi ini harus kita perlakukan" ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mendeteksi berapa sekolah yang dibina Pemkot Surabaya bisa memecahkan masalah kuota internet. Dari Kemendikbud sudah ada bantuan kuota internet untuk 218.000 siswa SD dan untuk 105.000 siswa SMP.

Namun selama dua bulan terakhir Whisnu mengaku tidak mendengar keluhan terkait kuota internet. Tetapi ia tidak menutup mata bahwa ada warga yang tidak mempunyai perangkat untuk sekolah daring.

"Nanti dari komite sekolah dan pemkot akan ikut membantu, bisa kita pinjamkan tab, kalau sekolah negeri kita punya aset itu dan bisa dipinjamkan. Atau dari komite sekolah swasta yang kita deteksi nanti kita bisa bantu untuk memberikan urunan agar bisa meminjamkan," jelasnya.

Bisa pula anak didik belajar di balai RW yang sudah disediakan WiFi gratis. Namun Whisnu mengkhawatirkan protokol kesehatannya. Tetapi, jika kuota sudah terpenuhi semua di perangkat masing-masing, maka tidak perlu berkerumun di Balai RW.

"Tapi kalau harus terpaksa ada beberapa tadi juga ada yang setuju di Balai RW, itu juga meminimalisasi. Tapi ditata jumlahnya berapa yang bisa ditampung di sana," pungkasnya.


(sun/bdh)