Bupati Anna Tulis Bojonegoro Kemungkinan Akan Terapkan PPKM, Benarkah?

Ainur Rofiq - detikNews
Kamis, 07 Jan 2021 13:26 WIB
bupati anna
Foto: Tangkapan layar
Bojonegoro -

Bojonegoro tidak masuk dalam daerah yang masuk dalam penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) atau pembatasan baru. Namun bisa jadi Bojonegoro akan menerapkan kebijakan tersebut.

Hal itu dikemukakan oleh Bupati Bojonegoro Anna Muawanah sendiri. Dalam akun instagramnya, Anna mengunggah sebuah foto. Foto itu memperlihatkan tulisan di atas secarik kertas berwarna kuning.

"Intruksi Mendagri NO 1/2021 Kemungkinan Bojonegoro diberlakukan PSBB. Tgl 11/1 s/d 25/1/2021," isi tulisan Bupati Anna dalam foto yang diunggahnya di akun instagramnya seperti yang dilihat detikcom, Kamis (7/1/2021).

Unggahan foto itu diberi caption, '( Di baca dg seksama ) dlm penerapan PSBB ada kriteria2 Moga2 dlm bbrp hari ini BOJONEGORO terkendali ......" pemerintah dlm membuat kebijakan tentu utk memberikan seluruh warga indonesia aman dan sehat " ....'

Bupati Anna sendiri sebenarnya tak ingin Bojonegoro melakukan penerapan PPKM. Karena itu Bupati Anna akan merapatkan soal kasus COVID-19 di Bojonegoro bersama pihak terkait.

"Dalam penetapan PSBB ada kriteria-kriteria. Dan satgas besok baru akan rapat. Berdasarkan data peta COVID-19, posisi Bojonegoro di kriteria apa. Mudah mudahan dalam dua tiga hari ke depan Bojonegoro bisa meninggalkan zona yang termasuk kriteria PSBB, sehingga tidak diberlakukan di Bojonegoro," kata Bupati Anna.

Bupati Anna mengatakan ada 24 puskesmas yang siap melayani rapid antigen. Pelayanan tes rapid antigen ini tidak dipungut biaya atau gratis. Pelayanan ini dilakukan untuk mempercepat pemutusan mata rantai penyebaran COVID-19 yang ada di Bojonegoro.

"Mulai Januari 2021, di Bojonegoro ada 24 dari 36 puskesmas yang akan melayani rapid antigen guna mempercepat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Bojonegoro," pungkas Bupati Anna.

(iwd/iwd)