Gubernur Khofifah Positif COVID-19, Bolehkah Divaksin?

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 05 Jan 2021 20:49 WIB
gubernur khofifah
Gubernur Khofifah berolahraga saat jalani isolasi mandiri (Foto: Istimewa)
Surabaya - Gubernur JatimKhofifah Indar Parawansa terpapar COVID-19 pada hasil swab yang ia jalani, Kamis (31/12) malam. Sebelumnya Khofifah sempat menyatakan dirinya siap divaksin pertama kali di Jatim.

Apakah Khofifah yang sedang terpapar COVID-19 boleh divaksin?

Juru Bicara Satgas COVID-19 Jatim, dr Makhyan Jibril mengatakan, dari SK Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19, maka Gubernur Khofifah belum disarankan divaksin.

"Berdasar SK itu, nah saat ini penelitian terkait penggunaan sinovac terbatas pada usia 18-59 tahun dan mereka belum meneliti efektifitas maupun keamanan untuk pasien-pasien komorbid, lalu survivor COVID-19, dengan demikian maka belum dianjurkan (untuk Bu Gubernur Khofifah)," ujar Jibril saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (5/1/2021).

Meski begitu, Jibril menjelaskan keputusan itu sewaktu-waktu bisa berubah. Apabila sudah ada penelitian soal manfaat vaksin untuk penyintas COVID-19/orang yang sudah terpapar COVID-19.

"Tapi ini sewaktu-waktu bisa berubah apabila nanti penelitiannya sudah ada, terkait penggunaan vaksin pada penyintas COVID-19, apakah bermanfaat/tidak," jelasnya.

Jibril mengungkap, berdasar SK Kemenkes tersebut, memang orang yang pernah terpapar COVID-19 tidak dianjurkan vaksin.

"Salah satunya yang tidak dianjurkan memang sesuai SK, orang yang sudah terpapar COVID-19/penyintas COVID-19," jelasnya.

Diketahui, Khofifah mengumumkan dirinya terpapar COVID-19 pada Sabtu (2/1/2021). Khofifah dinyatakan positif usai menjalani tes swab pada Kamis (31/12) malam.

Sebelumnya, Khofifah juga menyatakan dirinya siap divaksin pertama kali di Jatim untuk membuktikan bahwa vaksin aman dan halal.

(iwd/iwd)