Dugaan Pengulitan Kijang di Lokasi Tambang Emas Banyuwangi Diinvestigasi

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 23:35 WIB
pt bsi
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - PT Bumi Suksesindo (BSI) bersama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melakukan investigasi terhadap dugaan adanya pengulitan kijang di site Tujuh Bukit.

Diduga tiga petugas pengamanan dari PT Nawakara Perkasa Nusantara (NPM), kontraktor PT BSI, dan dua nelayan asal Kanaltelu, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, terlibat dalam aksi tersebut.

Inverstigasi dilakukan seiring dengan adanya foto dan video viral di medsos beberapa waktu lalu. Bahkan digiring isu, jika hal tersebut dilakukan oleh oknum penjaga dan nelayan tersebut pada Perayaan Tahun Baru 2021.

Menanggapi hal tersebut, Senior Manager Corporate Communications PT Merdeka Copper and Gold Tbk, perusahaan induk PT BSI Tom Malik mengatakan PT BSI baru mengetahui insiden tersebut setelah kejadian pengulitan diunggah ke dalam status aplikasi WhatsApp milik salah satu nelayan yang terlibat pada 31 Desember 2020 malam.

"Sebenarnya insiden terjadi pada 22 Desember 2020, bukan pada 31 Desember 2020 seperti berita yang beredar beberapa hari terakhir," ujar Tom Malik kepada detikcom, Senin (4/1/2021).

Temuan awal investigasi PT BSI mendapati bahwa ada usaha untuk menutupi insiden tersebut oleh tiga petugas Nawakara yang terlibat dalam kegiatan pelanggaran hukum ini.

"Setelah terkuak, kami segera melaporkan insiden ini ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam Banyuwangi," katanya.

Tom Malik menjelaskan bahwa perusahaan, bersama dengan BKSDA, sedang melakukan investigasi secara tuntas. Karena PT BSI memiliki aspek Dasar Kepedulian Lingkungan, yang salah satu poinnya menyebutkan pelarangan perburuan, penangkapan, dan perdagangan hewan dan tanaman liar di area operasi perusahaan.

"Perusahaan tidak bisa memberi toleransi untuk insiden ini. Kami akan menindak secara tegas dan memberi sanksi seberat-beratnya kepada mereka yang terlibat," ujar Tom.

Pihaknya tidak akan menutupi insiden yang terjadi di wilayah tambang proyek tujuh bukit itu. Bahkan dikabarkan, informasi itu menjadi subjek dugaan pemerasan terhadap perusahaan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab.

"Sikap kami tegas, tidak menutup-nutupi insiden yang terjadi. Komitmen kami pada pelestarian lingkungan nyata. Kami menjunjung tinggi etika berbisnis yang transparan, jadi upaya pemerasan tidak ada gunanya, dan jika yang bersangkutan terus menaikkan berita yang tidak akurat, kami akan menempuh jalur hukum," tandas Tom. (iwd/iwd)