Round-Up

Geger Cabai Rawit Dicat Merah Beredar di Pasar Banyumas

Arbi Anugrah - detikNews
Kamis, 31 Des 2020 09:32 WIB
Barang bukti cabai rawit diduga dicat warna merah yang beredar di sejumlah pasar di Kabupaten Banyumas, Rabu (30/12/2020).
Barang bukti cabai rawit diduga dicat warna merah yang beredar di sejumlah pasar di Kabupaten Banyumas, Rabu (30/12/2020). Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Banyumas -

Warga Banyumas digegerkan dengan temuan cabai rawit yang diduga dicat merah untuk mengelabui para konsumen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas dan Kantor Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Banyumas hingga polisi turun tangan mengusut cabai rawit merah palsu itu.

Penemuan adanya cabai yang dicat merah tersebut pertama kali diketahui oleh para pedagang Pasar Wage Purwokerto pada Selasa (29/12) pagi. Saat itu harga cabai rawit memang tinggi mencapai Rp 60 ribu per kilogramnya.

"Awalnya ada laporan dari pedagang yang mencurigai adanya cabai rawit merah yang dilapisi cat. Cabai rawit merah memang saat sekarang cukup tinggi harganya karena mencapai Rp 60 ribu per kilogram. Akhirnya kita langsung koordinasi dan melakukan pengecekan ke pedagang, lalu mengambil sedikit barang bukti untuk ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Wilayah 1 Purwokerto, Arif Budiman kepada wartawan di Pendopo Sipanji Purwokerto, Rabu (30/12/2020).

Arif mengatakan saat itu dia menemukan cabai rawit yang diduga dicat merah dari lima pedagang. Kelima pedagang itu ternyata mendapatkan cabai dari satu pemasok yang berasal dari Temanggung.

"Untuk Pasar Wage setelah dapat laporan hari itu langsung ditarik semua. Juga ditarik oleh supplier langsung. Hari ini saya cek di semua pedagang cabai sudah bersih," ucapnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Kantor Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Banyumas, Suliyanto menyebut dugaan cabai rawit itu sengaja dicat bukan dengan pewarna makanan. Cabai itu ditemukan di Pasar Wage Purwokerto, lau tersebar hingga ke Pasar Ceremai, dan Pasar Kemutus, Kecamatan Sumbang.

"Sebetulnya, secara kasat mata antara cabai merah yang asli dengan dicat bisa dibedakan. Namun, untuk membuang catnya agak sulit, karena sudah menempel pada cabai," kata Suliyanto.

Suliyanto mengaku sudah mengambil sampel dari cabai rawit diduga dicat itu untuk dicek kandungannya. Pihaknya pun menggandeng polisi untuk mengusut kasus tersebut.

"Kandungannya belum, karena baru proses untuk uji, cuma ini kita akan serahkan ke Polresta untuk dilakukan penyelidikan. Saat sekarang, kami telah mengambil sampel cabai tersebut untuk dicek kandungannya ke Laboratorium BPOM Semarang. Sehingga nantinya akan diketahui kandungannya," ucapnya.

Simak juga video 'Daftar Harga Sembako di Penghujung Tahun 2020':

[Gambas:Video 20detik]





Selanjutnya temuan polisi soal cabai rawit diduga dicat itu....

Selanjutnya
Halaman
1 2