Polisi Lamongan Sosialisasi ke Bengkel soal Larangan Knalpot Brong

Eko Sudjarwo - detikNews
Minggu, 27 Des 2020 17:00 WIB
polisi lamongan sosialisasi larangan knalpot brong
Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan -

Malam tahun baru di Lamongan akan berlangsung tanpa perayaan. Tidak hanya menutup tempat hiburan dan cafe selama malam tahun baru, polisi juga mendatangi bengkel motor dan bengkel modifikasi knalpot untuk memberikan imbauan dan sosialisasi larangan menggunakan knalpot brong.

Kapolres Lamongan AKBP Harun mengatakan, jauh-jauh hari pihaknya sudah memberikan imbauan dan sosialisasi kepada masyarakat, terutama bengkel motor dan bengkel modifikasi knalpot mengenai larangan penggunaan knalpot brong bagi sepeda motor. "Imbauan dan sosialisasi jauh-jauh hari ini kami lakukan demi mewujudkan situasi Kamtibmas di lingkungan masyarakat," kata AKBP Harun kepada wartawan, Minggu (27/12/2020).

Harun menyebut, polisi memberikan imbauan agar bengkel tak menerima modifikasi knalpot yang menimbulkan suara berisik tersebut. Imbuan ini, berlaku untuk semua bengkel motor se-Lamongan agar tidak mengganggu kenyamanan selama malam tahun baru.

"Knalpot brong itu bunyinya kan sangat keras, sangat mengganggu ketenangan masyarakat, makanya kami larang," tuturnya.

Pihaknya akan terus melakukan imbauan itu kepada para pemilik bengkel, toko, ataupun warga yang sudah memasang knalpot brong agar segera melepasnya, supaya masyarakat merasa aman dan tidak terganggu terlebih pada jam istirahat. Kepada bengkel dan toko, polisi menjelaskan agar mereka tidak memodifikasi dan menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi sesuai dengan UU nomor 22 tahun 2009 Pasal 285 ayat(1) dan pasal 277 junto pasal 50 ayat(1).

"Selain memberikan sosialisasi dan imbauan, kami juga memasang stikert imbauan di bengkel bengkel dan toko-toko penjual knalpot. Serta membagikan brosur-brosur tentang imbauan untuk tidak dan membuat, merakit, memodifikasi kendaraan yang menyebabkan perubahan tipe dimensi, mesin dan kemampuan daya angkut," terangnya.

Lebih jauh, Harun mengungkapkan, untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 pihaknya bersama Pemkab Lamongan juga bersepakat untuk melarang perayaan Tahun Baru yang mengakibatkan pengumpulan massa dan menimbulkan kerumunan, kecuali doa di tempat ibadah dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.
"Dilarang melakukan konvoi dan menyalakan petasan dalam rangka perayaan Tahun Baru guna menghindari adanya kerumunan maupun potensi-potensi kerawanan lainnya," tandasnya.

Sementara Sekda Kabupaten Lamongan Hery Pranoto mengatakan, surat edaran terkait larangan perayaan tahun baru ini juga telah disampaikan ke masyarakat Lamongan melalui instansi terkait. "Kami sudah buat edaran ke semua pihak terkait hal ini sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 pada liburan Natal dan Tahun Baru di Lamongan," kata Hery Pranoto.

(fat/fat)