Sekilas Jatim: Asmara di Balik Pembunuhan Janda-Sejoli Pelajar Ketahuan Mesum

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 24 Des 2020 23:00 WIB
Kos yang Dijadikan Kamar Mesum, Ternyata Disewakan Lewat Instagram
Petugas amankan sejoli di kamar kos/Foto: Istimewa
Surabaya -

Ada beberapa berita di Jatim yang hari ini menarik perhatian pembaca. Seperti pembunuhan janda di Jombang, hingga soal sejoli ketahuan mesum.

Jerat Asmara di Balik Pembunuhan Janda di Jombang

Supriadi alias Konting (34) tega membunuh dan merampok seorang janda di Kabupaten Jombang. Untuk melancarkan aksinya, bapak satu anak ini lebih dulu menjerat korban dengan tali asmara.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Christian Kosasih mengatakan, Supriadi dikenal mempunyai watak panjang tangan atau suka mencuri. Pada Kamis (17/12), pria asal Dusun Dapet, Desa Mojodanu, Kecamatan Ngusikan itu mencari sasaran ke wilayah Kesamben.

Hari itu, tersangka mampir ke warung nasi dan kopi milik Waras (53) di Dusun Bahudan, Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben. "Karena saat itu korban pakai perhiasan banyak, dia dijadikan target oleh tersangka. Dia kenalan sama korban. Korban yang terkenal genit digodain oleh tersangka," kata Christian kepada detikcom, Kamis (24/12/2020).

Keesokan harinya, Jumat (18/12), korban meminta Supriadi untuk mengantarnya menagih utang ke kampung-kampung. Karena selain membuka warung nasi, Waras juga mengutangkan uang ke warga sekitar. "Jumat, korban diantarkan tersangka muter-muter nagih, lalu balik ke warung. Dia (korban) ngajakin hubungan suami istri di warung situ," terang Christian.

Christian menuturkan Supriadi kembali mengantar korban keliling menagih utang pada Sabtu (19/12). Saat itu dia sudah berencana membunuh Waras. Bapak satu anak ini membawa sebatang besi yang dia sembunyikan di depan warung korban. "Sabtu itu dia mau mengeksekusi, ternyata warung korban tutup. Akhirnya dilakukan Minggu (20/12)," ungkapnya.

Seperti dua hari sebelumnya, pagi itu Supriadi mengantar Waras menagih utang mengendarai sepeda motor sport Yamaha R15 warna merah. Momen kebersamaan mereka terekam kamera CCTV milik warga Desa Wuluh. Mereka baru kembali ke warung milik korban sekitar pukul 12.00 WIB.

"Saat di warung, dia ngajakin hubungan suami istri, tapi korban mau istirahat dulu. Saat korban tidur, tersangka menyiapkan besi di samping tempat tidur. Lalu tersangka tidur di sebelah korban. Kemudian tersangka memukul korban 9 kali dari belakang," jelas Christian.

Supriadi lantas menjarah barang berharga milik janda anak satu tersebut. Yakni cincin dan gelang emas, serta ponsel dan uang Rp 30.000. Tersangka kabur dan bersembunyi untuk menghindari kejaran polisi.

Jasad waras baru ditemukan oleh pembeli yang datang ke warungnya pada Minggu (20/12) sekitar pukul 16.30 WIB. Janda anak satu ini tergeletak bersimbah darah di atas tempat tidur di dalam warung tersebut. Dia tewas akibat pendaraan pada otak setelah terkena pukulan keras tersangka pada kepala belakangnya.

Tiga hari kemudian, Rabu (23/12) sekitar pukul 23.15 WIB,Supriadi diringkus di tempat persembunyiannya di hutan DesaAsemgede, KecamatanNgusikan,Jombag. Dua timah panas polisi bersarang di kaki kanannya karena kabur saat diminta menunjukkan barang bukti.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3