Hadapi Momen Akhir Tahun, Ini yang Akan Dilakukan Plt Walkot Surabaya Whisnu

Esti Widiyana - detikNews
Kamis, 24 Des 2020 21:30 WIB
Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya
Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya - Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana yang menggantikan Tri Rismaharini akan melaksanakan tugas hanya selama dua bulan. Waktu yang tak banyak ini akan ia manfaat dengan sebaik-baiknya.

Di akhir tahun ini terdapat dua momen besar, yakni Natal dan tahun baru. Whisnu harus mengamankan kedua momen ini, terlebih saat situasi masih pandemi COVID-19. Whisnu mengatakan, saat Natal besok Jumat (25/12), ia akan bertemu dengan Forkopimda.

"Saya coba kontak ajudan Kapolres, karena beliau juga merayakan malam Natal. Mungkin besok saya bisa ketemu beliau dan akan bertemu forkompimda. Dari hasil kesepakatan kemarin, Bu Wali untuk perayaan Nataru seperti apa dan itu akan kita laksanakan," kata Whisnu kepada wartawan di Gereja Redemtor Mundi, Kamis (24/12/2020).

Whisnu merujuk sesuai dengan maklumat Kapolri, di mana tidak ada perayaan malam tahun baru, seperti pesta kembang api, Pemkot juga melarang menjual terompet, baik di pasar hingga mal.

"Sesuai maklumat Kapolri, tidak ada perayaan malam tahun baru. Khususnya iring-iringan, konvoi dan sebagainya kita larang. Pesta kembang api mengundang kerumunan juga kita larang," jelasnya.

"Kemarin itu memang kesepakatannya mengawasi jangan sampai ada penjualan kembang api, untuk menghindari itu semua," tambahnya.

Sebelumnya, Kasatpol PP Eddy Christijanto mengatakan, saat malam tahun baru 2021 nanti, Pemkot Surabaya menegaskan ke masyarakat jika tidak ada perayaan dalam bentuk apa pun. Bahkan, segala operasional harus berhenti pada pukul 20.00 WIB.

"Pengamanan malam tahun baru khusus di tanggal 31, semua aktivitas kegiatan di Surabaya nanti akan diberikan edaran, maksimal pukul 20.00 operasional semua aktivitas harus dihentikan. Baik mal, kafe, restoran, tempat-tempat usaha lainnya. Untuk kegiatan perayaan malam tahun baru instruksi langsung untuk ditiadakan. Ini untuk menghindari terjadinya kerumunan orang untuk melakuka aktivitas belanja di tempat tersebut," kata Eddy.

Ketika masyarakat menaati dan tidak merayakan malam tahun baru, maka penyebaran COVID-19 bisa diminimalisir. Masyarakat bisa melakukan aktivitas di rumah bersama keluarga.

"Ketika ini dilakukan aktivitas mereka terkonsentrasi di rumah masing-masing. Sehingga bisa meminimalisir. Biarkanlah teman-teman petugas yang di lapangan, tapi masyarakat di rumah saja," pungkasnya. (iwd/iwd)